Dinas Pertanian Bombana Perkuat Percepatan Program Cetak Sawah Rakyat Lewat Workshop Penyusunan CPCL Benih Padi CSR 2026

Kibar News, Kendari –Upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional terus bergerak hingga ke daerah. Salah satu langkah strategis itu tampak dalam pelaksanaan Workshop Penyusunan CPCL (Calon Penerima dan Calon Lokasi) Bantuan Benih Padi Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) Tahun Anggaran 2026 yang digelar Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan di Swiss-Belhotel Kendari, 7–8 April 2026.

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah, termasuk Kabupaten Bombana, dalam memastikan percepatan realisasi program Cetak Sawah Rakyat berjalan tepat sasaran dan memberi dampak nyata bagi peningkatan produksi pangan masyarakat.

Dinas Pertanian Kabupaten Bombana hadir langsung dalam kegiatan itu bersama tim kerja penyuluh pertanian sebagai bagian dari komitmen daerah mendukung agenda nasional di sektor pertanian, khususnya pengembangan lahan sawah baru dan peningkatan produktivitas petani.

Baca Selengkapnya  Kepung Kejari dan Kantor Dikbud, Massa Aksi Minta Kabid GTK Terduga Gratifikasi Dana BOS Mundur dan Dipenjara

Workshop ini turut dihadiri Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tenggara, Dinas Pertanian dari enam kabupaten yakni Konawe, Konawe Selatan, Bombana, Kolaka, Kolaka Timur, dan Konawe Utara, Kapoksi Penyuluh Pertanian Sulawesi Tenggara, Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku, serta Tim Pendampingan Tanaman Pangan BRMP Sulawesi Tenggara.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bombana, Sarif, SH, menilai kegiatan tersebut memiliki arti penting karena menjadi ruang sinkronisasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah dalam memastikan bantuan benih benar-benar menjangkau petani yang membutuhkan.

Menurutnya, penyusunan CPCL bukan sekadar administrasi program, melainkan fondasi utama agar seluruh tahapan bantuan pertanian berjalan efektif dan terukur.

Baca Selengkapnya  Siaga Bencana di Pemilu 2024, Edy Suharmanto Ikuti Arahan Pj. Gubernur Sultra dan BMKG

“Program Cetak Sawah Rakyat ini sangat strategis untuk mendukung ketahanan pangan daerah maupun nasional. Karena itu, validitas data CPCL menjadi hal yang sangat penting agar bantuan benih yang disalurkan benar-benar tepat sasaran, tepat lokasi, dan mampu meningkatkan produktivitas petani,” ujar Sarif.

Ia menambahkan, Kabupaten Bombana memiliki potensi pertanian yang besar, terutama pada sektor tanaman pangan. Oleh sebab itu, dukungan program dari pemerintah pusat harus dikawal dengan baik melalui koordinasi yang kuat dan kerja teknis yang matang di lapangan.
Sarif juga menegaskan bahwa Dinas Pertanian Bombana terus berupaya memperkuat sinergi antara penyuluh, kelompok tani, dan pemerintah desa agar pelaksanaan program CSR tidak berhenti pada pembangunan lahan semata, tetapi benar-benar menghasilkan sawah produktif yang berkelanjutan.

“Kami ingin program ini memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Sawah yang dicetak harus mampu berproduksi optimal, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjaga stabilitas pangan daerah,” katanya.

Dalam workshop tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi teknis dari Direktorat Serealia terkait mekanisme pengajuan bantuan benih CSR 2025, termasuk tata cara penyusunan usulan dan tahapan verifikasi data penerima bantuan.

Selain itu, Direktorat Perbenihan turut memaparkan kondisi dan ketersediaan benih untuk mendukung pelaksanaan program di berbagai daerah. Pemaparan tersebut menjadi penting mengingat keberhasilan cetak sawah baru tidak hanya ditentukan oleh pembukaan lahan, tetapi juga kesiapan sarana produksi, khususnya benih unggul.

Sementara itu, Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Bombana, Rahmatia, SP., MP, menyampaikan bahwa evaluasi realisasi konstruksi dan olah lahan program CSR tahun 2025, termasuk perkembangan pelaksanaan di tingkat kelompok tani, brigade pangan, dan petani penerima manfaat.

Diskusi berlangsung dinamis ketika masing-masing daerah menyampaikan kondisi riil di lapangan, tantangan teknis, hingga strategi percepatan pelaksanaan program.

Usai sesi pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan workshop teknis penyusunan CPCL yang melibatkan tim provinsi dan kabupaten/kota. Proses penyusunan dilakukan secara intensif melalui verifikasi data, sinkronisasi usulan, serta penyesuaian dengan ketentuan program dari pemerintah pusat.

Baca Selengkapnya  KOVO Woman: Hi Pass Menang 3-2 Melawan Hyundai Hill State

Bagi Pemerintah Kabupaten Bombana, kegiatan ini bukan hanya agenda koordinasi biasa, melainkan bagian dari langkah besar membangun kemandirian pangan daerah.

Dengan kolaborasi lintas sektor dan penguatan pendampingan di tingkat petani, program Cetak Sawah Rakyat diharapkan mampu membuka peluang peningkatan produksi beras, memperluas lahan pertanian produktif, sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat pedesaan.

Komentar