Pastikan Musim Tanam Tepat Waktu, Dinas Pertanian Bombana Koordinasi dengan Pertamina Jaga Stok BBM untuk Petani

Kibar News, Bombana — Di tengah upaya Pemerintah Kabupaten Bombana memperkuat ketahanan pangan daerah, satu persoalan yang kerap luput dari perhatian justru menjadi fokus penting Dinas Pertanian Kabupaten Bombana: ketersediaan bahan bakar minyak bagi alat dan mesin pertanian (alsintan).

Menjelang musim tanam padi sawah tahun 2026, Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Dinas Pertanian Bombana bersama Katimker Bombana melakukan koordinasi intensif dengan Depot Pertamina Bombana guna memastikan stok BBM, khususnya solar dan pertalite, tetap aman dan lancar untuk kebutuhan petani di lapangan.

Baca Selengkapnya  IMM Bombana Desak Kapolres Tindak Praktik Ilegal BBM Oplosan dan Penimbunan

Langkah ini bukan sekadar agenda administratif. Di balik pertemuan tersebut, tersimpan kekhawatiran besar jika distribusi BBM tersendat. Sebab, bagi petani modern saat ini, bahan bakar menjadi penggerak utama aktivitas pertanian, mulai dari pengolahan lahan menggunakan traktor, pengairan sawah dengan pompa air, hingga proses tanam menggunakan alat mekanis.

Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Dinas Pertanian Bombana, Rahmatian, SP., MP, menegaskan bahwa koordinasi dengan pihak Pertamina dilakukan sebagai langkah antisipatif agar proses tanam tidak mengalami keterlambatan.

“BBM adalah nyawa bagi alsintan kita. Kalau stok aman, penanaman padi sawah bisa berjalan tepat waktu sesuai kalender tanam. Kami ingin petani tidak terganggu karena faktor teknis di luar kendali mereka,” ujarnya, Kamis (14/05/2026)

Menurutnya, percepatan tanam sangat menentukan produktivitas pertanian. Keterlambatan beberapa hari saja dapat memengaruhi siklus tanam, distribusi air irigasi, hingga potensi hasil panen petani.
Karena itu, Dinas Pertanian Bombana berupaya memastikan seluruh rantai pendukung pertanian bekerja selaras, termasuk pasokan energi bagi sektor pertanian yang selama ini menjadi kebutuhan vital namun sering dianggap sepele.

Dalam koordinasi tersebut, pihak Depot Pertamina Bombana memastikan kesiapan mereka dalam mendukung kebutuhan BBM sektor pertanian. Penyaluran bahan bakar akan diprioritaskan bagi kelompok tani yang terdaftar dan menggunakan alsintan bantuan pemerintah.

Tak hanya memastikan stok tetap tersedia, pertemuan itu juga membahas mekanisme distribusi agar BBM dapat menjangkau wilayah sentra produksi padi di Bombana secara lebih efektif.
Beberapa wilayah yang menjadi perhatian utama antara lain Kecamatan Poleang, Rumbia, Rarowatu Utara, Lantari Jaya, hingga Kabaena yang selama ini dikenal sebagai kawasan pengembangan padi sawah di Bombana.

Distribusi BBM ke wilayah-wilayah tersebut dinilai penting mengingat sebagian daerah memiliki tantangan geografis dan akses transportasi yang berbeda-beda. Dengan koordinasi lebih awal, pemerintah berharap tidak ada kendala distribusi saat aktivitas tanam mulai berlangsung serentak.

Baca Selengkapnya  Kasus Mati Suri Ekstensifikasi Kopi Bombana: DPD LAKI Desak Kejagung Evaluasi Kejati Sultra

Upaya ini juga menjadi bagian dari strategi besar Pemerintah Kabupaten Bombana dalam mendukung program swasembada pangan nasional serta percepatan cetak sawah tahun 2026.
Dinas Pertanian Bombana menilai keberhasilan program pangan tidak hanya bergantung pada benih dan pupuk, tetapi juga kesiapan sarana pendukung seperti alat pertanian dan ketersediaan bahan bakar.

Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan alsintan di Bombana terus meningkat seiring modernisasi sektor pertanian. Kondisi itu membuat kebutuhan BBM ikut mengalami peningkatan, terutama pada musim tanam dan panen raya.

Karena itu, pemerintah daerah berupaya membangun sistem koordinasi yang lebih terukur agar kebutuhan petani dapat dipenuhi tanpa hambatan.
Selain melakukan koordinasi lintas sektor, Dinas Pertanian Bombana juga mengimbau seluruh kelompok tani agar aktif melaporkan kebutuhan BBM alsintan melalui UPTD pertanian di masing-masing wilayah.

Pendataan tersebut dianggap penting agar alokasi BBM dapat dilakukan secara tepat sasaran dan sesuai kebutuhan riil di lapangan.

Dengan stok BBM yang terjamin, pemerintah berharap proses tanam padi sawah tahun 2026 dapat berjalan lancar, indeks pertanaman meningkat, dan produktivitas pangan Bombana terus tumbuh di tengah tantangan sektor pertanian yang semakin kompleks.
Bagi petani, kepastian bahan bakar bukan sekadar soal operasional mesin. Lebih dari itu, ia menjadi penentu apakah musim tanam dapat dimulai tepat waktu dan apakah harapan panen yang baik bisa benar-benar diwujudkan.

Baca Selengkapnya  Tekan Angka Stunting, Pemkab Bombana Janji Bakal Beri Insentif Bagi Nakes

Komentar