Kibar News, Bombana – Panen raya bukan hanya perkara produktivitas melainkan skala kegiatan yang terkoordinasi, melibatkan kelompok tani, bahkan pemerintah daerah, demi menopang pasokan beras domestik. Sabtu, 16 Mei 2026 Dinas Pertanian Kabupaten Bombana Bersama petani di Kecamatan Rarowatu Utara, Kabupaten Bombana, memanen padi sawah dari program CSR.
Kegiatan panen perdana ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus menjaga stabilitas harga beras di tingkat local.
Perlu diketahui tradisi panen raya di Indonesia telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat agraris. Setiap tahun, perayaan ini menandai masa panen besar yang selalu dinanti para petani dan warga desa. Selain sebagai momen syukur, tradisi panen raya juga sarat dengan nilai budaya dan kebersamaan.
Kepala Dinas Pertanian Bombana, Sarif SH menjelaskan, panen perdana ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan dan mengurangi ketergantungan pada pasokan luar daerah. Data hasil panen akan dicatat melalui ubinan oleh penyuluh untuk menjadi dasar perencanaan musim tanam berikutnya.
“Dengan kegiatan ini petani mengaku sangat terbantu dengan adanya program CSR dan pendampingan dari dinas. Selain hasil panen yang lebih baik, mereka juga mendapat kepastian pasar sehingga tidak khawatir harga jatuh saat panen raya,” kata Sarif.
Mantan Kadis Perikanan Bombana ini juga berharap, kegiatan yang dilaksanakan hari ini menjadi contoh sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan petani dalam membangun sistem pangan yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan di Kabupaten Bombana.
“Pascapanen padi merupakan serangkaian tahapan kegiatan yang meliputi pemungutan (pemanenan) mulai, perontokan gabah, penampian, pengeringan, pengemasan, penyimpanan, dan pengolahan sampai siap dipasarkan atau dikonsumsi,” kata Kadis Pertanian Bombana ini.
Lebih lanjut Sarif menjelaskan, tiga proses pascapanen tersebut memiliki tujuan untuk mengurangi kehilangan hasil, menekan tingkat kerusakan hasil panen, meningkatkan daya simpan dan daya guna komoditas pertanian, meningkatkan nilai tambah dan pendapatan, meningkatkan devisa negara dan perluasan kesempatan kerja, melestarikan sumber daya alam dan lingkungan hidup.
“ Lahan sawah yang dipanen merupakan hasil dari program cetak sawah dan pendampingan intensif melalui skema CSR. Dengan pendampingan teknis dari penyuluh, petani mampu menerapkan pola tanam yang lebih baik sehingga hasil panen dinilai meningkat dibanding musim sebelumnya, “ terangnya.
Lebih lanjut Sarif menambahkan, panen kali ini terletak di Kecamatan Rarowatu Utara. Dan panen ini sangat penting untuk memastikan ketersediaan beras di wilayah Kabupaten Bombana.
“Kalau produksi dalam negeri lancar, pasokan aman, maka harga di pasar juga lebih stabil dan ini dirasakan langsung di masyarakat khususnya masyarakat setempat, ” ujarnya. (ADV)










Komentar