Nina Meirina Turun Langsung ke SMPN 02 Rumbia, Dikbud Bombana Percepat Pembenahan Infrastruktur dan Lingkungan Sekolah

Kibar News, Bombana – Komitmen Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bombana dalam memastikan kualitas pendidikan tidak hanya berhenti pada penyusunan program dan kebijakan di balik meja birokrasi. Di bawah kepemimpinan Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Nina Meirina, pengawasan terhadap kondisi riil satuan pendidikan terus diperkuat melalui kunjungan langsung ke sekolah-sekolah.

Pada Kamis (28/5/2026), Nina Meirina melakukan visitasi ke SMP Negeri 02 Rumbia untuk meninjau berbagai aspek penting yang berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda monitoring rutin yang bertujuan memastikan proses pembelajaran berjalan optimal sekaligus mengidentifikasi kebutuhan prioritas sekolah yang memerlukan perhatian pemerintah daerah.

Baca Selengkapnya  100 Hari Kerja Bupati Bombana: Dikbud Bombana Gelar Karnaval Budaya

Dalam kunjungan itu, Nina tidak hanya melihat aktivitas belajar mengajar di ruang kelas, tetapi juga melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi sarana dan prasarana sekolah.

Salah satu fokus utama peninjauan adalah kondisi aula sekolah yang mengalami kerusakan cukup serius pada bagian atap. Bangunan yang selama ini menjadi pusat berbagai kegiatan sekolah tersebut diketahui telah masuk dalam tahap pengajuan revitalisasi untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Kerusakan pada fasilitas pendidikan tersebut menjadi perhatian khusus mengingat aula memiliki fungsi strategis sebagai ruang kegiatan siswa, pelaksanaan acara sekolah, hingga berbagai agenda pembinaan karakter dan pengembangan bakat peserta didik.

“Kami ingin memastikan setiap kebutuhan sekolah terpetakan dengan baik sehingga dapat menjadi dasar dalam penyusunan prioritas pembangunan dan perbaikan sarana pendidikan ke depan,” ujar Nina Meirina di sela-sela kunjungan.

Selain meninjau infrastruktur, Plt. Kepala Dinas juga masuk ke sejumlah ruang kelas untuk melihat secara langsung proses pembelajaran yang sedang berlangsung. Interaksi antara guru dan peserta didik menjadi salah satu indikator yang diamati guna memastikan kegiatan belajar mengajar berjalan efektif dan kondusif.

Baca Selengkapnya  Mahasiswa KKN USN Kolaka Gelar Simulasi Pemadaman Kebakaran di Desa Rante Baru

Dari hasil pemantauan tersebut, proses pembelajaran di SMPN 02 Rumbia terlihat berlangsung normal dengan tingkat kehadiran siswa dan guru yang baik. Namun demikian, sejumlah aspek penunjang lingkungan sekolah masih membutuhkan perhatian lebih agar dapat mendukung terciptanya suasana belajar yang sehat dan nyaman.

Salah satu temuan yang menjadi perhatian adalah kondisi toilet sekolah yang memerlukan peningkatan pemeliharaan serta kebersihan lingkungan sekolah, khususnya terkait pengelolaan sampah.

Pada beberapa titik, masih ditemukan persoalan yang berkaitan dengan sistem pengelolaan sampah yang belum optimal. Kondisi tersebut dinilai perlu segera ditangani mengingat kebersihan lingkungan sekolah merupakan bagian penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat.

Menurut Nina Meirina, kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kompetensi guru dan prestasi akademik siswa, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh lingkungan belajar yang bersih, aman, dan nyaman.

“Budaya hidup bersih harus menjadi bagian dari pendidikan karakter. Sekolah bukan hanya tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga tempat membentuk kebiasaan positif bagi peserta didik,” tegasnya.

Kunjungan ke SMPN 02 Rumbia sekaligus memperlihatkan pola kerja baru yang terus dibangun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bombana, yakni menghadirkan birokrasi yang lebih dekat dengan sekolah serta responsif terhadap berbagai persoalan di lapangan.

Baca Selengkapnya  Inspektorat Turun Tangan: Audit Dugaan Pemalakan Dana BOS di Dikbud Bombana Resmi Berjalan

Dalam beberapa bulan terakhir, Dikbud Bombana memang gencar melakukan monitoring langsung ke sejumlah sekolah di berbagai wilayah. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan setiap kebijakan pendidikan yang dirancang pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan riil satuan pendidikan.

Pendekatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola pendidikan yang berbasis data lapangan, bukan semata-mata laporan administratif.

Bagi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bombana, setiap kunjungan ke sekolah bukan sekadar agenda seremonial, melainkan instrumen penting untuk memetakan persoalan, menyerap aspirasi, dan mencari solusi yang tepat bagi peningkatan mutu pendidikan.

Di tengah berbagai tantangan pembangunan sektor pendidikan, langkah turun langsung ke sekolah menjadi bukti bahwa pemerintah daerah ingin memastikan setiap peserta didik mendapatkan layanan pendidikan yang layak dan berkualitas.

Sebab pada akhirnya, kemajuan pendidikan tidak hanya diukur dari banyaknya program yang diluncurkan, tetapi juga dari keseriusan pemerintah dalam memastikan ruang-ruang belajar tetap aman, fasilitas terawat, lingkungan sekolah bersih, dan proses pembelajaran berjalan dengan baik.

Baca Selengkapnya  Kepung Kejari dan Kantor Dikbud, Massa Aksi Minta Kabid GTK Terduga Gratifikasi Dana BOS Mundur dan Dipenjara

Melalui visitasi ke SMPN 02 Rumbia ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bombana kembali menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah sekolah, mendengar kebutuhan satuan pendidikan, serta mengawal langkah-langkah perbaikan demi terwujudnya pendidikan Bombana yang semakin maju, berkualitas, dan berdaya saing.

Komentar