Kibar News, Bombana – Keberangkatan kapal feri KMP Bontoharu yang melayani jalur pelayaran Pelabuhan Kasipute menuju Pelabuhan Sikeli, Pulau Kabaena, sempat mengalami penundaan pada Selasa (17/03/2026).
Kapal yang semula dijadwalkan berangkat pukul 09.00 WITA baru diberangkatkan sekitar pukul 14.00 WITA setelah dilakukan pengecekan ulang terhadap data penumpang.
Penundaan tersebut terjadi atas instruksi langsung Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Pomala, Cakra, SH, setelah muncul dugaan adanya kelebihan kapasitas penumpang pada kapal tersebut yang dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran.
Mendapat informasi tersebut, Cakra tidak tinggal diam. Ia bahkan langsung turun ke Bombana dari Pomala untuk memastikan kondisi di lapangan dan memverifikasi langsung data muatan kapal.
Setibanya di Pelabuhan Kasipute, Cakra datang bersama Kapolres Bombana AKBP Eko Sutomo, S.I.K., M.I.K serta didampingi pihak Dinas Perhubungan Kabupaten Bombana untuk melakukan pengecekan menyeluruh terhadap manifest penumpang, tiket, serta kondisi muatan kapal.
Langkah cepat tersebut diambil sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan keselamatan pelayaran tetap menjadi prioritas utama, terutama di tengah meningkatnya mobilitas penumpang menjelang momentum mudik.
Setelah dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh, Kapten KMP Bontoharu, Mohamad Nurdin, menjelaskan bahwa secara teknis kapal sebenarnya tidak mengalami over kapasitas.
Menurutnya, persoalan yang terjadi lebih disebabkan oleh ketidaksesuaian data antara jumlah tiket yang terjual dengan hasil verifikasi ulang jumlah penumpang saat kapal hendak diberangkatkan.
“Kalau over kapasitas sebenarnya tidak. Hanya saja ada ketidaksesuaian data antara pembelian tiket dengan hasil verifikasi ulang penumpang ketika kapal hendak berangkat,” jelas Mohamad Nurdin.
Dari hasil verifikasi tersebut, petugas menemukan adanya selisih data sebanyak 64 penumpang yang tidak tercatat secara lengkap dalam manifest awal.
Selisih data tersebut, menurut Mohamad Nurdin, sebagian besar berasal dari penumpang yang tidak melaporkan secara detail jumlah orang yang ikut dalam perjalanan saat membeli tiket.
Beberapa kasus di antaranya adalah ibu-ibu yang membeli tiket tanpa mencantumkan anak-anak mereka yang masih berusia di bawah umur, serta penumpang kendaraan roda empat yang tidak melaporkan jumlah penumpang di dalam kendaraan saat proses pembelian tiket.
Ketika dilakukan verifikasi ulang oleh pihak kapal bersama petugas dari KSOP dan Kementerian Perhubungan, barulah ditemukan adanya selisih jumlah penumpang yang tercatat dengan jumlah penumpang yang sebenarnya berada di atas kapal.
Menanggapi temuan tersebut, Kepala KUPP Kelas III Pomala, Cakra, SH, menegaskan bahwa ketelitian dalam pencatatan manifest penumpang merupakan hal yang sangat penting dalam sistem keselamatan pelayaran.
Menurutnya, manifest bukan sekadar dokumen administratif, melainkan menjadi acuan penting dalam berbagai aspek keselamatan.
“Manifest penumpang sangat krusial, baik untuk keselamatan pelayaran, proses evakuasi darurat, verifikasi tiket, kepatuhan hukum, hingga memastikan perlindungan asuransi bagi setiap penumpang,” tegas Cakra.
Ia pun mengimbau seluruh operator kapal agar lebih disiplin dalam memastikan kesesuaian data penumpang sebelum kapal diberangkatkan, sehingga potensi risiko keselamatan dapat diminimalisir.
Hal senada juga disampaikan oleh Kapolres Bombana AKBP Eko Sutomo, S.I.K., M.I.K, yang turut mengingatkan pentingnya kesiapan operator kapal dalam menghadapi berbagai kemungkinan kondisi darurat di laut.
Menurutnya, keselamatan penumpang harus menjadi perhatian utama dalam setiap aktivitas pelayaran.
Ia bahkan mengingatkan bahwa di wilayah Bombana pernah terjadi beberapa insiden kapal tenggelam meskipun kondisi gelombang laut tidak terlalu besar.
“Ke depan kapal jangan lagi memuat penumpang di luar kapasitas. Manifest harus dijaga dengan baik demi keselamatan penumpang. Kita semua pernah disumpah atas nama jabatan, maka mari bekerja demi kepentingan masyarakat dan keselamatan penumpang,” ujar Eko Sutomo.
Ia berharap setiap perjalanan laut dapat berlangsung aman sehingga para penumpang dapat tiba di tujuan dengan selamat dan berkumpul bersama keluarga, terlebih di momentum menjelang Hari Raya.
“Berangkat utuh, sampai juga dengan utuh, sehingga mereka bisa kembali bertemu dengan keluarga saat Lebaran,” tambahnya.
Sementara itu, Kapten KMP Bontoharu Mohamad Nurdin menyampaikan apresiasi atas perhatian dan pengawasan yang diberikan oleh pihak KUPP Kelas III Pomala serta aparat terkait.
Menurutnya, pengawasan tersebut menjadi pengingat penting bagi seluruh kru kapal untuk terus meningkatkan kedisiplinan dalam pengelolaan penumpang.
“Terima kasih atas perhatian dari pihak KUPP Pomala. Semoga ke depan kami bisa bekerja jauh lebih baik lagi,” tutupnya.
Setelah seluruh proses verifikasi selesai dan dipastikan tidak ada lagi ketidaksesuaian data penumpang, KMP Bontoharu akhirnya diberangkatkan dari Pelabuhan Kasipute menuju Pelabuhan Sikeli, Pulau Kabaena sekitar pukul 14.00 WITA, dengan pengawasan ketat dari pihak terkait demi menjamin keselamatan seluruh penumpang yang berada di atas kapal.











Komentar