Aturan Pengendara Sepeda Listrik di Bombana Mulai Dibahas 

Daerah, News255 Dilihat
banner 468x60

KIBAR.NEWS, DAERAH Para Pengendara sepeda listrik di Kabupaten Bombana mulai menjadi bahan perbincangan di ranah instansi pengatur lalu lintas. Hal ini disebabkan adanya kekhawatiran miningkatnya angka kecelakaan di daerah itu yang kini masuk urutan kedua se-Sulawesi Tenggara (Sultra)

Pembahasan terkait kendaraan listrik di daerah itu mulai dikaji dalam pertemuan Pemkab Bombana melalui Dinas Perhubungan (Dishub), Jasa Raharja dan Satuan Lalu Lintas (Satlantas). Pertemuan itu pun masuk dalam kategori diskusi ringan dalam forum LLAJ dan membahas  terkait rencana aksi guna menekan angka kecelakaan.

banner 970x250

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bombana, Ramsi Rafiu melalui Kepala Bidang Transportasi Darat, Andi Firman mengatakan bahwa pihaknya kini berupaya semaksimal mungkin untuk menekan angka kecelakaan melalui kerjasama listar sektoe.

“Kami baru saja mengadakan diskusi ringan teekait penertiban pengguna jalan raya di daerah kita. Sebab, Bombana saat ini masuk dalam urutan kedua tingkat kwcelakaan tertinggi di Sultra, ” kata Andi Firman di Rumbia, Jumat (31/5/2024).

Andi Firman melanjutkan, salah satu yang menjadi fokus pembahasan pada pertemuan itu ialah penggunaan sepeda listrik. Dimana, resiko pengguna jenis kendaraan ini dianggap cukup tinggi karena didominasi oleh kalangan anak-anak.

Disamping membahayakan pengguna sepeda listrik, juga dianggap sangat mengancam keselamatan pengguna kendaraan lain di jalan raya. Sehingga, pihak Dishub, Jasa Raharja dan Polres Bombana bakal membuat aturan khusus bagi para pengendara sepeda listrik di Bombana.

Olehnya itu, Andi Firman berharap ada perhatian khusus bagi pengguna sepeda listrik, terutama orang tua untuk tidak membiarkan anaknya bermain menggunakan sepeda listrik di jalan raya.

“Ini tidak main-main dan sangat penting untuk kita perhatikan sebelum ada pwyngguna sepeda listrik yang jadi korban dan sebenarnya anak-anak yang menggunakan sepeda listrik itu harus dipantau untuk tidak keluar dari kompleks menggunakan jalan raya, apalagi saat sedang padat-padatnya pengguna jalan, ” ujarnya.

banner 336x280

Komentar