Lonjakan Tak Wajar Harga Beras di Bombana

Ekonomi, News4105 Dilihat
banner 468x60

KIBAR.NEWS, DAERAH Harga sejumlah komoditas pangan di Bombana mendadak naik secara tak wajar. Beragam spekulasi dari pedagang dan warga pun mulai bermunculan. Ada yang beranggapan bahwa fenomena tahunan semacam ini kerap terjadi, apalagi saat mendekati hari besar keagamaan seperti bulan puasa.

Pun ada sebagian warga menyangkut pautkan persoalan politik pada Pemilu 2024 ini sehingga stok beras langka hingga menyebabkan kenaikan harga.

banner 970x250
Lonjakan
Tampak Tadoha Mapaccing, Rumbia Tengah, Bombana. Foto: Istimewa

Saat media ini melakukan penelusuran di sejumlah pasar salahsatunya Pasar Tadoha Mapaccing yang terletak di Kecamatan Rumbia Tengah, Kabupaten Bombana, Sabtu (24/2/2024).

Ditemukan bahwa kenaikan harga salahsatu komoditas pangan seperti beras mengalami lonjakan harga yang hebat. Tentu ini sangat menghawatirkan terutama bagi warga yang kurang mampu.

Salahsatu Pedagang beras di pasar Tadoha Mappacing bernama Suriani membenarkan adanya lonjakan harga dan kurangnya stok beras. Suriani mengatakan, harga beras eceran yang awalnya Rp 11.000 perliter kini menjadi Rp 14.000 perliter.

Suriani berujar harga beras  masih terus merangkak naik membuat pelanggannya resah dan tak sedikit yang protes.

“Kita para pedagang juga mengeluh terhadap harga beras apalagi konsumen langganan ku, kita juga tidak bisa berbuat apa-apa, kita hanya bisa menerima kondisi beras saat ini,”Ujarnya.

Sementara itu, Salahsatu konsumen bernama Nur mengeluhkan adanya kenaikan harga. Ia mengatakan, harga beras merangkak naik pada saat usai pencoblosan Pemilu 2024 kemarin.

“Fenomena kenaikan harga tak seperti biasanya, jelasnya usai pencoblosan harga beras mulai melambung, harga ecerannya Rp11.000 tp sekarang Rp14.000 sampai Rp15.000, bahkan ada yang diatas itu tergantung kualitasnya,”ungkap ibu satu anak ini saat mengunjungi gerai penjual beras di Pasar Tadoha Mapaccing.

Kelangkaan dan lonjakan harga beras juga dirasakan salahsatu warga Kabaena Erni. Saat dihubungi via WhatsApp, Ibu rumah tangga ini mengaku harga beras di pasar Sikeli, Kecamatan Kabaena Barat mencapai Rp380 ribu hingga 390 ribu per 25 kg tergantung kualitasnya.

“Kalau sebelum pemilu di pasar harganya 325 ribu, setelah pemilu sudah Rp 385 ribu, sampai di kampung-kampung Rp 400 ribu,”ungkapnya sembari menunjukan foto merek beras yang kualitas biasa.

Dengan adanya lonjakan harga beras yang dirasakan warga saat ini, Pedagang dan konsumen berharap pemerintah tak menyepelekan lonjakan harga beras. Pemerintah harus sigap mengintervensi lonjakan harga yang terjadi.

Tak hanya Beras, Komoditas pangan lain seperti cabai, bawang merah, gula, minyak terpantau ikut merangkak naik.

banner 336x280

Komentar