Mantan Penyidik KPK Bagikan Pengalaman Dalam Seminar Nasional Anti Korupsi di Bombana

Edukasi, News1093 Dilihat
banner 468x60

KIBAR.NEWS, DAERAH Kampus Politeknik Bombana (POLINA) menggelar Seminar Nasional Pendidikan Anti korupsi di Gedung Auditorium Tanduale, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Bombana, Sabtu (24/02/2024). Dalam seminar tersebut, Polina Bombana menghadirkan narasumber dari Satuan tugas Anti Korupsi, Yudi Pronomo Harahap.

Dihadapan ratusan peserta mahasiswa Politeknik Bombana, Yudi Pronomo Harahap sempat membagikan pengalamannya selama menjabat sebagai Mantan penyidik KPK.

banner 970x250

Ia mengatakan, selama menjabat di satgas anti rasuah, tak terhitung kasus korupsi yang Ia tangani hingga saat ini. Bahkan dirinya pernah mendapati kasus rasuah yang sempat viral dengan perkara penyelewengan uang rakyat yang totalnya hingga Rp 5 triliun.

“Saya telah menemukan koruptor di rekeningnya angka nol nya mencapai 13 digit”ungkapnya.

Alumni sekaligus senior aktivis di Universitas Indonesia (UI) juga sempat menyinggung terkait politik uang (Money Politik) yang kerap terjadi setiap pemilihan baik ditingkat eksekutif maupun legislatif, bahkan pemilihan kepala desa sekalipun.

“Sama dengan Pemilihan Umum (Pemilu) kemarin di kasih uang 500 ribu senang, padahal 5 tahun uang rakyat di rampok,”Tuturnya.

Melihat fenomena praktik money politik yang dilakukan oleh segelintir orang yang punya kepentingan, dapat membuka celah penyelewengan anggaran, dan bahkan ada sebagian masyarakat masih beranggapan koruptor adalah pahlawan,”Saya heran lihat sebagian rakyat, Koruptor di anggap pahlawan, padahal jelas mereka membagi-bagikan uang ke rakyat, dari hasil korupsi,”bebernya.

Olehnya itu, dengan melihat fenomena seperti itu, Ia merasa senang dapat membagikan dan membekali Mahasiswa agar tetap kritis dalam menyikapi kasus korupsi yang terjadi. Ia juga merasa senang ketikan membagikan ilmu dan pengalaman yang Ia dapatkan selama dirinya menekuni profesi tersebut.

“Saya sudah beberapa kali bersosialisasi di setiap kampus terkait Anti Korupsi di seluruh Indonesia bahkan sampai di luar Negeri,”ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Politeknik Bombana, Zaenal Abidin menjelaskan terjadinya korupsi karena mental yang tidak terbangun dari seseorang, korupsi tidak terjadi hanya di kalangan Mahasiswa saja tetapi juga juga bisa dari kalangan bawah dan seluruh lapisan masyarakat.

Oleh karena itu Ia berpesan agar mahasiswa harus memiliki power dan menjadi bagian terpenting dalam pencegahan korupsi yang dilakukan oleh segelintir orang.

“Untuk mahasiswa lakukan kontrol sosial terhadap seluruh penyelenggara pemerintah dan siapapun, tindakan korupsi tidak dibenarkan,”tutupnya

banner 336x280

Komentar