Lewat Edukasi, Pj. Ketua TP-PKK Bombana Prioritaskan Penurunan Angka Stunting di Tahun 2024

News, Daerah949 Dilihat
banner 468x60

KIBAR.NEWS, DAERAH- Penjabat (Pj) Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Bombana kini memprioritaskan penurunan angka stunting di tahun 2024. Hal ini ditekankan sebagai bentuk sinergi PKK dan pemerintah daerah dalam meminimalisir angka Stunting di daerah itu yang hingga kini masih melampaui angka rata-rata nasional.

Pj. Ketua TP-PKK Bombana, Aeni Mutmainnah Edy Suharmanto mengatakan permasalahan stunting di Kabupaten Bombana cukup menyita perhatian semua pihak. Sehingga PKK menjadikan petmasalahan itu sebagai agenda utama di tahun 2024.

banner 970x250

Menurutnya, pencegahan stunting paling tepat dilakukan melaui program edukasi warga, sekaligus bakal mendorong pencapaian angka prevalensi kunjungan ke layanan kesehatan.

“Tahun ini kami fokus pada pencegahan stunting. Kalau bicara stunting itu sebenarnya Bombana ini kaya dengan hasil laut dan sumber daya alam, Jadi antara percaya dan tidak percaya. Bombana kan sebagai penghasil ikan paling banyak, pasti anak-anak yang menikmati itu akan tumbuh sehat dan cerdas,” kata Nyonya Aeni usai menggelar pengukuhan Pokja PKK di aula Tanduale Kantor Bupati Bombana, Jumat (22/3/2024).

Lanjut Aeni, Program edukasi ini pun  masuk dalam daftar 10 program pokok PKK yang tentunya sangat memiliki peranan penting dalam upaya percepatan penurunan angka stunting.

“Permasalahannya adalah edukasi atau penambahan pemahaman, kita perlu mengupgrade mainset para ibu-ibu dan juga bapak-bapak untuk memperbaiki kualitas diri lewat makanan yang bergizi dan pola hidup sehat, tentunya akan tercipta anak-anak yang berkualitas, apalagi disini ikannya masih segar, SDA nya bagus, tidak seperti kami di Jawa sana ,” tuturnya.

Disamping itu, Nyonya Aeni menekankan pentingnya edukasi bagi ibu-ibu yang memiliki anak kecil untuk rajin ke Posyandu. Begitupula dengan peningkatan kesadaran bagi kalangan suami untuk mendukung istri untuk gemar ke Posyandu. Tidak sampai disitu, peran kepala desa atau pemerintah setempat sangat diharapkan.

“Ini sangat penting, utamanya bagi para kepala desa untuk tidak sekedar halo-halo saja, tapi diperlukan tindakan seperti door to door bagi warga yang malas ke Posyandu, para suami juga harus mendukung penuh istrinya untuk ke Posyandu, Sebab, kita inginkan angka stunting tidak saja menurun tapi mampu mencapai angka nol,” ujarnya.

banner 336x280

Komentar