Penyuluh Pertanian Bombana Diperkuat, Dinas Pertanian Pacu Sinergi Program Pusat dan Daerah

Kibar News, Bombana – Pemerintah Kabupaten Bombana terus memperkuat sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi masyarakat. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah memperkuat koordinasi dan sinergi antara Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dengan Dinas Pertanian Kabupaten Bombana melalui Rapat Koordinasi (Rakor) yang digelar di Aula Dinas Pertanian Kabupaten Bombana, Kamis (7/5/2026).

Rakor tersebut menjadi momentum penting untuk menyatukan arah kebijakan dan program kerja antara pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Bombana. Pertemuan itu juga membahas berbagai program prioritas pertanian yang akan dijalankan secara terpadu agar mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan produksi pangan dan kesejahteraan petani.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bombana, Sarif, SH, menegaskan bahwa penyuluh pertanian memiliki posisi yang sangat vital dalam mendukung keberhasilan program pembangunan pertanian di daerah.

Baca Selengkapnya  Kesbangpol Bombana Bahas Manajemen ASN Bersama Tim Auditor Mendagri

Menurutnya, penyuluh bukan hanya bertugas mendampingi petani di lapangan, tetapi juga menjadi jembatan utama antara kebijakan pemerintah dengan kebutuhan riil masyarakat tani.

“Penyuluh pertanian adalah ujung tombak pembangunan pertanian. Mereka yang berada paling dekat dengan petani, memahami kondisi lapangan, sekaligus memastikan program pemerintah benar-benar berjalan efektif,” ujar Sarif.

Ia menjelaskan, melalui rakor tersebut, Dinas Pertanian Bombana ingin memastikan seluruh penyuluh memiliki pemahaman yang sama terkait arah program strategis Kementerian Pertanian dan pemerintah daerah.

“Sinergitas ini penting agar tidak ada program yang berjalan sendiri-sendiri. Semua harus terintegrasi mulai dari pendataan, pengawalan program, hingga evaluasi di lapangan,” katanya.

Dalam rakor itu, sejumlah isu strategis turut dibahas, mulai dari penguatan produksi padi sawah, optimalisasi lahan pertanian, peningkatan indeks pertanaman, hingga penguatan pendampingan petani menghadapi tantangan perubahan iklim dan dinamika harga pasar.

Sarif menilai, keberhasilan sektor pertanian tidak cukup hanya mengandalkan bantuan sarana dan prasarana, tetapi juga membutuhkan penguatan sumber daya manusia, khususnya para penyuluh.

“Ketika penyuluh aktif dan responsif, maka petani juga lebih cepat menerima inovasi teknologi, metode tanam baru, hingga informasi tentang bantuan dan program pemerintah,” ujarnya..

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Bombana saat ini terus mendorong peningkatan produksi pangan sebagai bagian dari kontribusi daerah dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Karena itu, peran penyuluh menjadi semakin strategis, terutama dalam memastikan program-program kementerian benar-benar menyentuh kebutuhan petani di tingkat bawah.

Baca Selengkapnya  UMKM Mitra Makan Bergizi Gratis Dapat Modal Rp500 Juta, Begini Persyaratannya

Penguatan peran penyuluh juga sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang menempatkan penyuluh sebagai garda terdepan dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.

Kementerian Pertanian saat ini terus memperkuat sistem kerja penyuluh berbasis wilayah agar pendampingan terhadap petani lebih fokus, terukur, dan efektif..

Selain itu, percepatan adopsi teknologi pertanian modern juga menjadi perhatian penting pemerintah pusat. Penyuluh diharapkan mampu menjadi motor penggerak transformasi pertanian, mulai dari penggunaan benih unggul, mekanisasi pertanian, hingga penerapan pola tanam yang lebih produktif.
Sarif menyebut, Bombana memiliki potensi besar sebagai daerah penghasil pangan di Sulawesi Tenggara. Dengan luas lahan pertanian yang cukup besar serta dukungan petani yang terus aktif, ia optimistis sektor pertanian Bombana akan terus berkembang.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan pertanian ke depan juga semakin kompleks. Perubahan cuaca, kebutuhan peningkatan produksi, hingga tuntutan efisiensi pertanian modern harus dijawab melalui kerja sama yang kuat antara pemerintah, penyuluh, dan petani.

“Kita ingin penyuluh hadir bukan hanya saat ada program, tetapi benar-benar menjadi pendamping petani setiap saat. Ketika petani menghadapi persoalan di lapangan, penyuluh harus menjadi orang pertama yang hadir memberikan solusi,” katanya.

Melalui Rakor tersebut, Dinas Pertanian Bombana berharap tercipta langkah kerja yang lebih terarah, solid, dan berkelanjutan dalam mendukung program strategis pertanian daerah maupun nasional.

Pemerintah daerah juga menegaskan komitmennya untuk terus memberikan dukungan terhadap peningkatan kapasitas penyuluh pertanian agar mampu bekerja lebih maksimal di tengah tantangan pembangunan pertanian yang terus berkembang.

Baca Selengkapnya  Sebelum Disalurkan, Beras Bantuan Pangan Pemerintah Tahap III Telah Melewati Proses Uji Kualitas

Dengan penguatan koordinasi dan sinergi lintas sektor, Kabupaten Bombana optimistis mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah demi kesejahteraan masyarakat tani.

Komentar