Kibar News, Bombana – Upaya membangun pendidikan yang berkualitas tidak hanya diukur dari capaian akademik peserta didik, tetapi juga dari kualitas lingkungan belajar yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Kesadaran itulah yang terus diperkuat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bombana melalui berbagai agenda pembinaan dan pendampingan langsung ke satuan pendidikan.
Pada Jumat (6/3/2026), Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bombana, Samaruddin, S.Pd., melakukan kunjungan kerja ke SD Negeri 47 Lameroro, Kecamatan Rumbia. Kunjungan tersebut bertepatan dengan pelaksanaan pertemuan persiapan akreditasi satuan pendidikan bagi sekolah-sekolah di wilayah Rumbia.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi forum koordinasi menjelang proses akreditasi, tetapi juga dimanfaatkan sebagai momentum untuk meninjau langsung kondisi sekolah, sarana sanitasi, serta menyosialisasikan kebijakan terbaru Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terkait penguatan budaya sekolah yang aman dan nyaman.
Bagi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bombana, akreditasi bukan sekadar proses penilaian administratif, melainkan instrumen penting untuk memastikan mutu layanan pendidikan terus berkembang sesuai standar nasional.
Karena itu, pendampingan terhadap sekolah-sekolah yang akan menghadapi akreditasi menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas tata kelola pendidikan secara menyeluruh.
Dalam kunjungannya, Samaruddin meninjau sejumlah fasilitas sekolah, mulai dari ruang belajar, lingkungan sekolah, hingga sarana sanitasi yang menjadi salah satu indikator penting dalam mendukung kesehatan dan kenyamanan peserta didik.
Perhatian terhadap sanitasi menjadi isu yang semakin penting dalam dunia pendidikan modern. Lingkungan sekolah yang bersih dan sehat tidak hanya berpengaruh terhadap kesehatan siswa, tetapi juga berdampak pada kualitas proses belajar mengajar.
Menurut Samaruddin, sekolah yang baik harus mampu menghadirkan lingkungan yang mendukung tumbuhnya budaya hidup bersih, disiplin, dan nyaman bagi seluruh warga sekolah.
“Sekolah bukan hanya tempat belajar membaca, menulis, dan berhitung. Sekolah juga harus menjadi ruang yang aman, sehat, dan menyenangkan bagi anak-anak. Lingkungan yang baik akan membantu proses pembelajaran berjalan lebih efektif,” ujarnya di sela-sela kegiatan.
Selain melakukan peninjauan fisik sekolah, Plt. Kepala Dinas juga memberikan sosialisasi mengenai implementasi Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah terkait budaya sekolah aman dan nyaman.
Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas dari berbagai bentuk kekerasan, perundungan, diskriminasi, maupun praktik-praktik yang dapat mengganggu tumbuh kembang peserta didik.
Dalam pemaparannya, Samaruddin menegaskan bahwa budaya sekolah aman dan nyaman harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen pendidikan, mulai dari kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, hingga orang tua.
Menurutnya, pendidikan berkualitas tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan fasilitas atau tingginya nilai akademik siswa, tetapi juga oleh kemampuan sekolah menciptakan suasana yang kondusif bagi perkembangan karakter dan mental peserta didik.
“Anak-anak harus merasa aman ketika berada di sekolah. Mereka harus memiliki ruang untuk belajar, berkembang, berkreasi, dan berinteraksi tanpa rasa takut. Itulah esensi dari budaya sekolah yang aman dan nyaman,” tegasnya.
Sementara itu, pertemuan persiapan akreditasi yang berlangsung di SDN 47 Lameroro juga menjadi ruang diskusi antara pihak sekolah dan tim pembina pendidikan terkait berbagai aspek yang perlu dipersiapkan menjelang proses penilaian.
Para kepala sekolah mendapatkan penguatan mengenai standar mutu pendidikan, kelengkapan administrasi, pengelolaan pembelajaran, hingga strategi menghadapi proses asesmen yang dilakukan oleh tim asesor.
Disdikbud Bombana menilai bahwa kesiapan sekolah menghadapi akreditasi harus dibangun jauh hari sebelumnya. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, sekolah tidak hanya siap secara dokumen, tetapi juga mampu menunjukkan kualitas layanan pendidikan yang sesungguhnya.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu gambaran nyata bagaimana Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bombana terus bergerak mendekatkan pelayanan kepada satuan pendidikan. Pendekatan lapangan yang dilakukan secara langsung memungkinkan berbagai persoalan dapat teridentifikasi lebih cepat sekaligus dicarikan solusi yang tepat.
Di tengah berbagai tantangan dunia pendidikan saat ini, mulai dari peningkatan mutu pembelajaran hingga penguatan karakter peserta didik, kehadiran pemerintah di sekolah-sekolah menjadi faktor penting dalam memastikan seluruh program berjalan efektif.
Melalui kunjungan ke SDN 47 Lameroro, Disdikbud Bombana kembali menunjukkan bahwa pembangunan pendidikan bukan hanya soal kebijakan di atas kertas, tetapi tentang memastikan setiap sekolah memiliki lingkungan yang layak, aman, sehat, dan siap melahirkan generasi masa depan yang unggul.
Karena pada akhirnya, pendidikan yang berkualitas lahir dari sekolah yang mampu menjadi rumah kedua bagi peserta didik—tempat mereka belajar, bertumbuh, dan membangun mimpi dengan rasa aman dan penuh kenyamanan.










Komentar