Disdikbud Bombana Kawal Reakreditasi Sekolah di Poleang, Samaruddin: Mutu Pendidikan Dibangun dari Persiapan yang Matang

Kibar News, Bombana – Upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Bombana terus dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan. Salah satu langkah strategis yang kini menjadi perhatian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bombana adalah memastikan seluruh satuan pendidikan yang akan mengikuti proses reakreditasi memiliki kesiapan yang matang, baik dari sisi administrasi, tata kelola, maupun kualitas layanan pendidikan.

Komitmen tersebut terlihat dalam kegiatan pendampingan reakreditasi yang dilaksanakan di SMP Negeri 10 Poleang Selatan, Kamis (12/3/2026). Kegiatan itu menghadirkan Tim Akreditasi Wilayah Poleang, Koordinator Pengawas, asesor tingkat provinsi, serta dihadiri langsung oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bombana, Samaruddin, S.Pd.

Pendampingan tersebut menjadi bagian dari langkah awal untuk memastikan sekolah-sekolah yang masuk jadwal reakreditasi tahun 2026 dapat menghadapi proses penilaian dengan lebih siap, terarah, dan memenuhi standar mutu pendidikan yang ditetapkan secara nasional.

Baca Selengkapnya  Dikbud Bombana Sukses Gelar O2SN dan FLS2N 2025, Usung Semangat Kreativitas dan Kepedulian Lingkungan

Di tengah semakin tingginya tuntutan terhadap kualitas pendidikan, akreditasi tidak lagi dipandang sekadar proses administratif atau kewajiban formal lembaga pendidikan. Lebih dari itu, akreditasi merupakan instrumen penting untuk mengukur kualitas tata kelola sekolah, efektivitas pembelajaran, kualitas sumber daya manusia, hingga kemampuan satuan pendidikan dalam memberikan layanan terbaik kepada peserta didik.

Karena itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bombana memandang perlu adanya pendampingan sejak dini agar sekolah tidak hanya fokus pada kelengkapan dokumen, tetapi juga memahami substansi dari setiap indikator penilaian akreditasi.

Dalam kegiatan tersebut, para kepala sekolah, operator sekolah, dan tenaga pendidik diberikan berbagai penguatan terkait penyusunan dokumen pendukung, pengelolaan administrasi pendidikan, penyusunan bukti fisik, hingga strategi menghadapi asesmen lapangan yang menjadi bagian penting dalam proses reakreditasi.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bombana, Samaruddin, menegaskan bahwa kualitas pendidikan harus dibangun melalui proses yang terencana dan berkesinambungan. Salah satu indikator keberhasilan itu dapat dilihat melalui capaian akreditasi sekolah.

“Reakreditasi bukan hanya tentang memperoleh nilai yang baik, tetapi bagaimana sekolah mampu menunjukkan kualitas layanan pendidikan yang sesungguhnya. Karena itu, persiapan harus dilakukan jauh sebelum tim asesor turun ke lapangan,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan pendampingan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk memastikan sekolah-sekolah di Bombana memiliki kesiapan yang memadai dan tidak menghadapi proses reakreditasi secara sendiri-sendiri.

Baca Selengkapnya  Kejari Bombana: Eks Kabid GTK Dikbud Bombana Inisal E Terbukti Langgar Kasus Dana BOS, Wajib Kembalikan Dana

Dinas Pendidikan, kata dia, ingin hadir sebagai mitra strategis yang membantu satuan pendidikan dalam mengidentifikasi berbagai kendala sekaligus mencari solusi terhadap persoalan yang berpotensi menjadi hambatan dalam proses penilaian.

“Pendampingan ini juga menjadi ruang diskusi dan pemecahan masalah. Jika ada kendala administrasi, sarana pendukung, maupun aspek lainnya, maka dapat dibahas bersama sebelum memasuki tahapan reakreditasi,” tambahnya.

Sementara itu, tim asesor tingkat provinsi yang hadir dalam kegiatan tersebut menjelaskan bahwa salah satu tantangan yang sering dihadapi sekolah dalam proses akreditasi adalah kurangnya pemahaman terhadap indikator penilaian dan lemahnya dokumentasi berbagai program yang sebenarnya telah dilaksanakan.

Karena itu, pendampingan sejak awal menjadi langkah penting agar sekolah mampu mempersiapkan seluruh kebutuhan secara lebih sistematis dan terukur.

Kegiatan yang berlangsung di SMPN 10 Poleang Selatan itu juga menjadi momentum penguatan sinergi antara Dinas Pendidikan, pengawas sekolah, asesor, serta seluruh satuan pendidikan di wilayah Poleang dalam membangun budaya mutu pendidikan yang berkelanjutan.

Dalam beberapa tahun terakhir, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bombana memang terus mendorong penguatan kualitas pendidikan melalui berbagai program pembinaan, monitoring sekolah, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, hingga penguatan tata kelola satuan pendidikan.

Pendampingan reakreditasi menjadi salah satu bagian dari strategi besar tersebut. Sebab, keberhasilan sekolah dalam memperoleh hasil akreditasi yang baik bukan hanya menjadi prestasi institusi pendidikan semata, tetapi juga mencerminkan kualitas sistem pendidikan daerah secara keseluruhan.

Lebih jauh, hasil akreditasi yang baik akan memberikan dampak positif terhadap kepercayaan masyarakat, peningkatan kualitas pembelajaran, serta daya saing peserta didik di masa depan.

Baca Selengkapnya  Hardiknas 2026 Jadi Momentum Kebangkitan Pendidikan Bombana, Dikbud Tegaskan Komitmen Wujudkan Generasi Unggul

Di balik kegiatan yang berlangsung sederhana di SMPN 10 Poleang Selatan itu, tersimpan misi besar untuk memastikan setiap sekolah di Bombana mampu berkembang menjadi lembaga pendidikan yang berkualitas, profesional, dan memenuhi standar nasional pendidikan.

Karena pada akhirnya, pembangunan pendidikan yang kuat tidak hanya lahir dari pembangunan fisik dan penyediaan fasilitas semata, tetapi juga dari kesungguhan membangun budaya mutu, tata kelola yang baik, dan komitmen untuk terus melakukan perbaikan.

Melalui pendampingan reakreditasi ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bombana kembali menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan bukanlah pekerjaan sesaat, melainkan proses panjang yang harus dijalankan secara konsisten demi menciptakan generasi Bombana yang unggul, berkarakter, dan mampu bersaing di masa depan.

Komentar