Kibar News, Bombana – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bombana terus menunjukkan langkah progresif dalam memperkuat tata kelola pendidikan daerah. Kali ini, upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pendampingan dana transfer daerah bersama Badan Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sulawesi Tenggara yang digelar di SD Negeri 08 Kasipute, Kamis (16/4/2026).
Kegiatan itu menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah daerah dalam memastikan pengelolaan anggaran pendidikan berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan akuntabel di seluruh satuan pendidikan.
Tidak sekadar forum administratif, agenda tersebut menjadi ruang konsolidasi penting antara pemerintah daerah, lembaga penjamin mutu pendidikan, dan para kepala satuan pendidikan dalam membangun tata kelola pendidikan yang lebih profesional dan transparan.
Kegiatan dihadiri sejumlah kepala satuan pendidikan dari berbagai jenjang, mulai dari TK, PKBM/SLB, SD, SMP, SMA hingga SMK di Kabupaten Bombana.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bombana bersama BPMP Sulawesi Tenggara memberikan pendampingan langsung terkait mekanisme pengelolaan dana transfer daerah, tata kelola administrasi pendidikan, hingga penguatan akuntabilitas penggunaan anggaran di tingkat sekolah.
Langkah ini dinilai penting mengingat sektor pendidikan merupakan salah satu bidang strategis yang mendapat dukungan anggaran cukup besar dari pemerintah pusat maupun daerah.
Karena itu, kualitas tata kelola keuangan pendidikan menjadi faktor utama dalam menentukan efektivitas pembangunan sumber daya manusia di daerah.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bombana, Samaruddin,S.Pd menegaskan bahwa penguatan kapasitas pengelolaan anggaran pendidikan harus dilakukan secara berkelanjutan agar seluruh program pendidikan benar-benar memberikan dampak nyata bagi peserta didik.
“Pengelolaan dana pendidikan harus dilakukan secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab. Karena setiap anggaran yang dikelola di sekolah pada akhirnya bermuara pada kualitas pelayanan pendidikan kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, pendampingan tersebut bukan hanya bertujuan meningkatkan pemahaman teknis administrasi, tetapi juga membangun kultur tata kelola pendidikan yang lebih disiplin dan akuntabel.
Dinas Pendidikan Bombana, kata dia, ingin memastikan seluruh satuan pendidikan memiliki pemahaman yang sama terkait penggunaan dana transfer daerah agar pelaksanaan program pendidikan berjalan optimal dan sesuai regulasi.
Sementara itu, pihak BPMP Provinsi Sulawesi Tenggara menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan satuan pendidikan dalam menjaga mutu pendidikan, termasuk melalui pengelolaan anggaran yang efektif dan tepat sasaran.
Pendampingan tersebut juga menjadi bagian dari upaya penguatan sistem pengawasan dan pencegahan terhadap potensi kesalahan administrasi dalam pengelolaan dana pendidikan.
Di tengah tuntutan peningkatan kualitas layanan pendidikan, transparansi pengelolaan anggaran menjadi salah satu indikator penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap dunia pendidikan.
Karena itu, langkah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bombana menggandeng BPMP Sultra dinilai sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam membangun sistem pendidikan yang tidak hanya fokus pada program pembelajaran, tetapi juga kuat dari sisi tata kelola.
Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pembenahan pendidikan tidak selalu dimulai dari proyek besar dan seremoni megah, tetapi juga dari upaya memperkuat fondasi administrasi dan manajemen pendidikan di tingkat sekolah.
Apalagi di era modern saat ini, sekolah tidak hanya dituntut mampu mencetak siswa berprestasi, tetapi juga harus mampu mengelola sistem pendidikan secara profesional dan akuntabel.
Dengan adanya pendampingan tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bombana berharap seluruh kepala satuan pendidikan semakin siap menghadapi tantangan tata kelola pendidikan yang semakin kompleks.
Di balik ruang pertemuan sederhana di SDN 08 Kasipute itu, tersimpan pesan besar bahwa pendidikan yang maju tidak hanya dibangun dengan semangat mengajar, tetapi juga dengan sistem yang tertata, transparan, dan bertanggung jawab.
Dan melalui langkah-langkah konsolidasi seperti ini, Bombana mencoba menegaskan bahwa pembangunan pendidikan daerah sedang diarahkan menuju tata kelola yang lebih modern, profesional, dan berorientasi pada mutu.










Komentar