Panas! Kursi Ketua PKB Bombana Diperebutkan 4 Kandidat

Kibar News, Kendari – Kontestasi internal Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bombana kian menghangat. Musyawarah Cabang (Muscab) tahun 2026 yang digelar di Phinisi Ballroom Hotel Kendari, Minggu (19/04/2026), menjelma menjadi arena pertarungan empat figur kuat untuk memperebutkan posisi Ketua DPC PKB Bombana periode 2026–2031.

Panggung Muscab kali ini tidak sekadar formalitas organisasi, melainkan ruang awal bagi munculnya kandidat-kandidat potensial. Hal ini ditegaskan langsung oleh Wakil Ketua DPP PKB, Jazilul Fawaid, yang mengumumkan empat nama hasil pemetaan Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB)

“Berdasarkan hasil pemetaan DPP PKB dan penilaian terhadap potensi kader, kami menetapkan empat nama calon Ketua Dewan Tanfidz,” ujar Gus Jazilul.

Keempat nama tersebut adalah, ketua petahana dengan rekam jejak peningkatan signifikan partai; Iskandar,SP, legislator berlatar belakang hukum; Nasruddin,SH.,MH, figur muda yang merepresentasikan regenerasi; Jumadil,ST serta, Ketua Fraksi PKB DPRD Bombana yang dikenal berpengalaman dalam politik parlemen, Nurkholis.

Munculnya empat kandidat ini menandai bahwa perebutan kursi Ketua PKB Bombana berlangsung terbuka dan kompetitif. Namun demikian, Muscab bukanlah forum penentu akhir.

Dalam mekanisme internal PKB, Muscab hanya berfungsi sebagai ruang pengusulan dan penjaringan nama-nama calon. Selanjutnya, seluruh kandidat yang diusulkan akan mengikuti tahapan uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test yang dilakukan oleh DPP.

Proses Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) ini menjadi fase krusial. Di sinilah kapasitas kepemimpinan, rekam jejak, integritas, hingga visi politik para kandidat akan diuji secara komprehensif sebelum diputuskan siapa yang layak memimpin.

Dengan demikian, keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan Dewan Pengurus Pusat PKB.

Artinya, Muscab 2026 baru merupakan babak awal dari proses panjang penentuan kepemimpinan. Empat nama yang kini mencuat masih harus melewati seleksi ketat di tingkat pusat sebelum satu di antaranya ditetapkan sebagai Ketua DPC PKB Bombana.

Situasi ini semakin menegaskan bahwa posisi Ketua PKB Bombana bukan sekadar jabatan struktural, melainkan titik strategis yang menentukan arah politik partai di daerah. Dengan capaian PKB Bombana yang terus menanjak dalam beberapa tahun terakhir, kursi ini menjadi pusat gravitasi kekuatan politik lokal.

Kini, perhatian tertuju pada tahap berikutnya.

Empat nama telah mengemuka.
Namun hanya satu yang akan dipilih.

Dan keputusan itu… tidak ditentukan di arena Muscab, melainkan di meja DPP.

Komentar