Dari Nol ke Puncak: DPP Akui Bombana Jadi Episentrum Kekuatan PKB di Sultra

Kibar News, Kendari – Dinamika politik internal Partai Kebangkitan Bangsa di Sulawesi Tenggara mencapai momentum penting. Dewan Pimpinan Cabang Kabupaten Bombana resmi menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) tahun 2026, Minggu (20/04/2026), di Phinisi Ballroom Hotel Kendari.

Agenda ini bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan titik krusial dalam menentukan arah kepemimpinan dan konsolidasi struktur partai untuk periode 2026–2031. Muscab tersebut dilaksanakan secara serentak bersama DPC se-Sulawesi Tenggara zona daratan, dalam satu panggung besar konsolidasi yang diinisiasi oleh DPW PKB.

Baca Selengkapnya  Puluhan Sapi Mati, Iskandar Desak Pemda Vaksinasi Massal Cegah Virus Jembrana di Bombana

Sejumlah tokoh penting turut hadir, mempertegas bobot strategis agenda ini. Di antaranya, Wakil Ketua DPP PKB sekaligus anggota DPR RI, , Ketua DPW PKB Sulawesi Tenggara yang juga anggota DPR RI Komisi IV, , serta Wakil Gubernur Sultra dan Wakil Wali Kota Kendari .

Namun sorotan utama tertuju pada satu pernyataan yang mencerminkan posisi strategis Bombana dalam peta politik PKB. Dalam sambutannya, Jazilul Fawaid—yang akrab disapa Gus Jazilul—menegaskan bahwa kehadirannya di Sulawesi Tenggara bukan sekadar agenda seremonial.

Ia menyebut, dirinya secara khusus mendapat mandat dari Dewan Pimpinan Pusat untuk menghadiri dan memimpin langsung Muscab PKB Bombana.

Baca Selengkapnya  Dipimpin Iskandar, Sengketa Lahan Warga dengan PT Almharig Temukan Titik Temu

“Ini bukan agenda biasa. Saya datang ke sini karena diperintahkan langsung oleh DPP, khusus untuk Bombana,” tegasnya.

Pernyataan tersebut bukan tanpa alasan. Dalam beberapa tahun terakhir, DPC PKB Bombana menjelma menjadi salah satu kekuatan politik paling progresif di Sulawesi Tenggara. Sebuah lompatan yang bahkan diakui oleh struktur pusat partai.

Jika menilik ke belakang, perjalanan PKB di Bombana bukan tanpa tantangan. Pada Pemilu 2014, partai ini bahkan belum memiliki satu pun kursi di DPRD. Namun, perubahan drastis terjadi ketika kepemimpinan partai diambil alih oleh .

Di bawah komandonya, PKB Bombana berhasil meraih tiga kursi pada Pemilu 2019 dan langsung menempatkan kadernya di kursi Wakil Ketua DPRD. Momentum itu terus berlanjut. Pada Pemilu 2024, PKB meningkatkan perolehan menjadi empat kursi dan sukses menduduki kursi Ketua DPRD Bombana.

Tak hanya itu, dalam kontestasi Pilkada 2024, kader PKB yang berasal dari unsur Dewan Syura juga berhasil memenangkan pemilihan dan kini menjabat sebagai Bupati Bombana.

Baca Selengkapnya  Rarowatu Utara Sapu Gelar Juara Voli HUT Bombana ke-22, Iskandar Serahkan Piala Juara

Capaian ini menempatkan PKB Bombana dalam posisi yang tidak hanya diperhitungkan, tetapi juga menjadi model keberhasilan konsolidasi politik di tingkat daerah. Dengan dua kader menduduki posisi strategis—Ketua DPRD dan Bupati—Bombana kini menjadi episentrum baru kekuatan PKB di Sulawesi Tenggara.

Muscab 2026 pun diharapkan tidak hanya menghasilkan kepengurusan baru, tetapi juga memperkuat fondasi politik partai dalam menghadapi tantangan ke depan. Konsolidasi internal, regenerasi kepemimpinan, serta penguatan basis akar rumput menjadi agenda yang tak terelakkan.

Di tengah dinamika politik yang semakin kompetitif, PKB Bombana dihadapkan pada satu pertanyaan besar: apakah tren positif ini mampu dipertahankan, bahkan ditingkatkan?

Namun satu hal yang kini tak terbantahkan—Bombana bukan lagi sekadar wilayah administratif dalam peta politik PKB. Ia telah menjelma menjadi barometer, bahkan simbol kebangkitan.

Baca Selengkapnya  Semarak Peluncuran Tahapan Pilkada 2024, KPU Bombana Banjir Pujian

Dan ketika DPP turun langsung, pesan itu menjadi semakin jelas:
Bombana sedang tidak biasa-biasa saja.

Komentar