PKB Bombana Bangun Pasukan Politik Militan Lewat Pendidikan Kader Loyalis: Politik Kehadiran jadi Ruh Strategi 2029


Kibar News, Bombana — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bombana bersiap dengan konsolidasi politik terbesar menjelang Pemilu 2029. Sejak awal tahun, mesin partai digembleng total melalui serangkaian Pendidikan Kader Loyalis yang melibatkan ratusan kader dari tingkat desa hingga kecamatan. Ini bukan sekadar kaderisasi biasa — tetapi pembentukan pasukan politik militan yang dipoles dengan cita-cita idealis partai.

Agenda ini dipandang sebagai momentum strategis untuk memperkuat basis ideologis, memperluas struktur organisasi dan menyiapkan kekuatan politik yang tak tergoyahkan di tengah dinamika politik nasional yang semakin kompetitif.

Baca Selengkapnya  Keindahan Danau Wapiho-Piho Dinikmati Hanya dengan Kedipan Mata

Pendidikan kader yang digelar di Hotel Istana, Rumbia Tengah, Kab. Bombana, Kamis (26/02/2026) menjadi titik awal penguatan konsolidasi.

Ketua DPW PKB Sulawesi Tenggara Jaelani, S. Ip., M.Si menegaskan bahwa tujuan utama pelatihan adalah bukan sekedar loyalitas struktural, tetapi membangun pendalaman ideologi politik partai serta kesiapan kader sebagai komandan tempur di daerah.

“Situasi politik sekarang sangat transaksional. Karena itu ideologi penting kita kuatkan agar kerja-kerja partai ke depan lebih terarah dan PKB bisa lebih progresif,” ujarnya tegas saat membuka kegiatan.

Jaelani menegaskan bahwa kader yang terlibat diproyeksikan menjadi ujung tombak perjuangan PKB hingga tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC). Lebih dari sekadar struktur politik, kader ini adalah pasukan politik yang siap memenangkan hati masyarakat.

Baca Selengkapnya  Identifikasi Potensi Desa Lasiwa Butur Bersama Bang Jay 

Mesin Politik Dipanaskan: 100 Kader Militan Siap Bergerak

Di Bombana sendiri, sekitar 100 kader militan telah mengikuti pendidikan kader loyalis sebagai bagian dari hambatan awal menuju pemenangan Pemilu 2029.

Ketua DPC PKB Bombana, Iskandar, SP, menyampaikan bahwa proses kaderisasi ini menjadi momentum penting untuk melatih kader yang tidak hanya terampil, tapi juga militan dalam kerja politiknya.

“Ini adalah upaya nyata kita memperbesar kemenangan di Pemilu 2029 — bukan sekadar ingin menang, tapi menang dengan barisan kader yang solid,” ujar Iskandar di sela-sela kegiatan.

Pendekatan ini dilihat sebagai strategi holistik, membangun bukan hanya loyalitas organisasi, tetapi juga kesiapan mental seorang kader dalam menghadapi tantangan politik lokal dan nasional.

Baca Selengkapnya  Permandian Telaga Biru Bombana, Potensi Wisata yang belum terjamah.

Politik Kehadiran: Ideologi yang Menginspirasi Kader

PKB dikenal dengan gaya politik yang disebut politik kehadiran — sebuah pendekatan yang menegaskan bahwa partai harus hadir nyata di tengah masyarakat, bukan hanya saat masa kampanye atau pemilu. Konsep ini menempatkan kader sebagai representasi suara rakyat yang terus mengawal aspirasi masyarakat sehari-hari, bukan sekadar simbol kekuasaan.

PKB dalam ideologi politiknya, seperti dipaparkan dalam kajian akademik, berakar pada nilai-nilai kultur inklusif nasionalisme, pluralisme, serta etos pelayanan kepada rakyat yang dibangun atas filosofi Islam keindonesiaan.

Dalam konteks ini, Iskandar mengimbau kader PKB untuk lebih proaktif dan responsif terhadap persoalan riil yang dihadapi masyarakat Bombana, sehingga kader PKB tidak hanya dikenal sebagai politisi, tetapi sebagai solusi dan penjaga aspirasi rakyat.

“Kader harus terus mendampingi dan merespons keluhan masyarakat,” tegasnya.

Baca Selengkapnya  Iskandar: Danau Penyu Pulau Motaha Anugrah Tuhan untuk Bombana Perlu Perhatian Khusus

Struktur dan Target Politik: Lebih dari Sekadar Kaderisasi

Langkah strategis ini tidak berhenti pada pelatihan semata. PKB Bombana sudah menyusun roadmap politik yang mencakup restrukturisasi PAC, pembentukan jaringan kader di tiap desa, hingga target peningkatan kursi legislatif di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Iskandar menegaskan bahwa target partai bukan sekedar mempertahankan posisi politik yang sudah ada, tetapi memperluasnya.

“Kita berharap jumlah kursi bisa bertambah. Eksekutif kita pegang, legislatif juga kita pimpin. Ini harus diperkuat dengan ideologisasi kader,” tambah Iskandar.

Visi ini sejalan dengan narasi konsolidasi internal PKB di seluruh Sulawesi Tenggara, termasuk di wilayah lain seperti Buton, Konsel, bahkan Konawe Selatan, yang juga menggelar pendidikan kader loyalis serupa dalam tempo yang hampir bersamaan.

PKB Siap Menang dengan Citra Politik Kehadiran

Dengan strategi kaderisasi bernuansa ideologis dan struktural ini, PKB Bombana membangun citra sebagai partai yang bukan hanya ingin menang, tetapi menang dengan cara yang mendalam, bermakna, dan hadir nyata di tengah rakyat — yaitu implementasi sejati dari politik kehadiran.

Pergerakan ini menandai perubahan ruang politik lokal di Bombana — dari mobilisasi pragmatis semata menuju kerja politik yang berakar kuat di masyarakat, berlandaskan nilai ideologis partai, dan terorganisir secara struktural dari akar hingga puncak.

Baca Selengkapnya  DPRD Bombana Berbenah: Meski APBD 2026 Menurun, Komitmen Pelayanan & Pembangunan Tetap Diutamakan

Komentar