Tanpa Agenda Resmi, Samaruddin Singgah ke SDN 28 Kampung Baru dan Ingatkan Pentingnya Akurasi Data Pendidikan

Kibar News, Bombana – Komitmen Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bombana dalam membangun tata kelola pendidikan yang berbasis data kembali ditunjukkan melalui kunjungan lapangan yang dilakukan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bombana, Samaruddin, S.Pd., di wilayah Kecamatan Rumbia.

Usai menghadiri kegiatan pendampingan akreditasi satuan pendidikan di SDN 47 Lameroro, Samaruddin menyempatkan diri mengunjungi SD Negeri 28 Kampung Baru yang masih berada dalam kompleks kawasan pendidikan yang sama.

Menariknya, kunjungan tersebut bukan bagian dari agenda resmi yang telah dijadwalkan sebelumnya. Namun, saat tiba di lokasi, Samaruddin mendapati sekolah tersebut tengah melaksanakan kegiatan pendataan dan pembaruan data Kartu Tanda Anak (KTA) bagi para siswa.

Baca Selengkapnya  Bantu Sukseskan Program "Berani Bersih Wonuaku", Disdikbud Bombana Beri Apresiasi Murid Teladan

Momentum tersebut kemudian dimanfaatkan oleh orang nomor satu di lingkungan Disdikbud Bombana itu untuk memberikan arahan langsung kepada pihak sekolah terkait pentingnya validitas dan akurasi data peserta didik sebagai fondasi utama dalam tata kelola pendidikan modern.

Di hadapan kepala sekolah, operator, guru, dan petugas pendataan, Samaruddin menekankan bahwa kualitas data pendidikan saat ini memiliki peran yang sangat strategis karena hampir seluruh kebijakan pemerintah, baik pusat maupun daerah, disusun berdasarkan data yang tercatat dalam sistem pendidikan nasional.

Menurutnya, keberhasilan berbagai program pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kualitas pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga bergantung pada ketepatan data yang dimiliki sekolah.

“Sering kali kita berbicara tentang bantuan pendidikan, perencanaan pembangunan, kebutuhan guru, hingga berbagai program pemerintah. Semua itu berangkat dari data. Karena itu, data yang dimasukkan harus benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Samaruddin.

Ia secara khusus menyoroti pentingnya pemutakhiran Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang selama ini menjadi basis data utama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam merumuskan berbagai kebijakan pendidikan nasional.

Dapodik tidak hanya memuat data siswa, tetapi juga mencakup informasi mengenai guru, tenaga kependidikan, sarana prasarana, rombongan belajar, hingga berbagai indikator lainnya yang menjadi dasar pengambilan keputusan pemerintah.

Kesalahan atau ketidaksesuaian data, kata Samaruddin, dapat berdampak langsung terhadap hak-hak peserta didik maupun satuan pendidikan.

Mulai dari penyaluran bantuan operasional sekolah, program afirmasi pendidikan, bantuan peserta didik, hingga berbagai intervensi pembangunan pendidikan lainnya sangat bergantung pada validitas data yang tersedia.

Karena itu, ia meminta seluruh sekolah di Kabupaten Bombana untuk menjadikan pemutakhiran data sebagai bagian dari budaya kerja yang harus dilakukan secara berkelanjutan.

Baca Selengkapnya  Iskandar Minta Pemda Tak Tutup Mata Soal Perpeloncoan Siswi MTsN 2 Bombana di RTH

“Jangan menunggu ketika ada kebutuhan tertentu baru memperbaiki data. Pemutakhiran harus dilakukan secara berkala sehingga data yang tersedia selalu relevan dan sesuai kondisi riil di lapangan,” tegasnya.

Kehadiran Samaruddin di SDN 28 Kampung Baru juga mendapat sambutan positif dari pihak sekolah. Meskipun berlangsung secara spontan, kunjungan tersebut memberikan motivasi tersendiri bagi para guru dan operator sekolah yang selama ini menjadi ujung tombak dalam pengelolaan data pendidikan.

Bagi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bombana, akurasi data bukan sekadar urusan administrasi. Data yang baik merupakan fondasi utama dalam mewujudkan perencanaan pendidikan yang tepat sasaran, efektif, dan berkelanjutan.

Di era digital saat ini, tata kelola pendidikan tidak lagi hanya mengandalkan laporan manual, tetapi menuntut kemampuan sekolah dalam menghadirkan data yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya.

Karena itu, Disdikbud Bombana terus mendorong penguatan kapasitas sekolah dalam pengelolaan data pendidikan melalui berbagai bentuk pembinaan, pendampingan, dan monitoring langsung ke lapangan.

Kunjungan spontan ke SDN 28 Kampung Baru menjadi gambaran bahwa perhatian pemerintah daerah terhadap dunia pendidikan tidak hanya terbatas pada program-program besar, tetapi juga menyentuh aspek-aspek fundamental yang sering kali luput dari perhatian publik.

Baca Selengkapnya  Politik Kehadiran dan 79 Tahun Indonesia Merdeka

Sebab pada akhirnya, pendidikan yang maju tidak hanya dibangun melalui gedung yang megah atau fasilitas yang lengkap, tetapi juga melalui sistem yang tertata baik dan didukung oleh data yang akurat.

Melalui langkah-langkah sederhana namun strategis seperti ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bombana terus menunjukkan komitmennya untuk menghadirkan tata kelola pendidikan yang profesional, modern, dan berbasis data demi mewujudkan layanan pendidikan yang semakin berkualitas bagi seluruh masyarakat Bombana.

Komentar