Kibar News, Konsel – Pemerintah bersama Perum Bulog kembali menggelontorkan bantuan pangan untuk masyarakat Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara. Memasuki tahap kedua penyaluran bantuan pangan tahun 2026, sebanyak 37.586 Penerima Bantuan Pangan (PBP) dipastikan mendapatkan bantuan beras untuk alokasi tiga bulan sekaligus, yakni Juli, Agustus, dan September.
Setiap penerima memperoleh 10 kilogram beras setiap bulan, sehingga total bantuan yang diterima masing-masing keluarga penerima mencapai 30 kilogram beras untuk periode tiga bulan.
Kepala Perum Bulog Cabang Bombana-Konawe Selatan, Abdan, mengatakan penyaluran bantuan pangan tahap kedua tersebut telah mulai bergerak ke sejumlah wilayah di Konawe Selatan. Targetnya, seluruh distribusi dapat dirampungkan paling lambat September 2026.
“Untuk tahap kedua ini alokasinya untuk tiga bulan, Juli, Agustus dan September. Masing-masing penerima mendapatkan 10 kilogram per bulan,” demikian keterangan Abdan dalam materi penyaluran bantuan pangan yang diterima redaksi.
Secara keseluruhan, alokasi beras untuk Konawe Selatan dalam program tersebut disebut mencapai sekitar 1,127 juta kilogram, yang diperuntukkan bagi 37.586 PBP.
Yang menarik, beras yang disalurkan pada tahap kedua ini bukan sekadar bantuan pangan biasa. Komoditas tersebut merupakan beras hasil produksi lokal Konawe Selatan, sehingga program pemerintah tidak hanya menyentuh kebutuhan masyarakat penerima bantuan, tetapi sekaligus menjadi bagian dari upaya menyerap dan menggerakkan produksi petani lokal.
Lima Kecamatan Sudah Bergerak
Penyaluran bantuan pangan tahap kedua kini telah berjalan di sejumlah wilayah. Sedikitnya lima kecamatan telah masuk dalam daftar wilayah yang mendapatkan distribusi, yakni Moramo Utara, Andoolo, Tinanggea, Laonti, dan Lalembu.
Distribusi berikutnya akan dilanjutkan ke kecamatan-kecamatan lain berdasarkan jadwal yang telah disusun.
Puncak penyaluran simbolis tahap kedua berlangsung di Kelurahan Lalowaru, Kecamatan Moramo Utara. Di lokasi tersebut, sebanyak 117 Penerima Bantuan Pangan mendapatkan alokasi bantuan untuk tiga bulan dengan total 3.510 kilogram beras.

Angka tersebut merupakan akumulasi dari 117 penerima yang masing-masing mendapatkan 30 kilogram untuk alokasi Juli hingga September.
Penyerahan simbolis tersebut turut dirangkaikan dengan kegiatan olahraga dan agenda menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sehingga momentum bantuan pangan sekaligus menjadi bagian dari semangat kebersamaan masyarakat menyambut hari kemerdekaan.
Kegiatan itu dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan, unsur legislatif, TNI-Polri, serta jajaran Bulog.
Bupati Konawe Selatan Irham Kalenggo menjadi salah satu tokoh utama dalam penyerahan simbolis tersebut. Irham diketahui menjabat sebagai Bupati Konawe Selatan periode 2025–2029, berpasangan dengan Wakil Bupati Wahyu Ade Pratama Imran.
Turut hadir Ketua DPRD Konawe Selatan Hamrin, S.Kom., M.Ap, serta Sekretaris Daerah Konawe Selatan Ichsan Porosi. Keduanya merupakan bagian dari unsur pimpinan daerah yang selama ini terlibat dalam koordinasi penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan masyarakat di Konsel.
Dari unsur keamanan, sinergi penyaluran pangan juga melibatkan jajaran Polres Konawe Selatan dan Kodim 1417/Kendari. Kapolres Konawe Selatan serta Komandan Kodim 1417/Kendari. Wilayah kerja Kodim 1417/Kendari memang mencakup Konawe Selatan selain Kota Kendari, Konawe dan Konawe Kepulauan.
Bukan Sekadar Beras, Ada Perputaran Ekonomi Petani
Bagi Bulog, penyaluran tahap kedua ini memiliki dimensi yang lebih luas daripada sekadar memastikan masyarakat memperoleh bahan pangan.
Pasalnya, beras yang disalurkan merupakan hasil produksi petani lokal Konawe Selatan. Artinya, beras bergerak dari produksi petani menuju masyarakat melalui mekanisme program pemerintah.
Kondisi ini menjadi penting di tengah upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga ekosistem pertanian daerah.
Bahkan sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut meningkatnya produksi beras di Konawe Selatan turut membuat kapasitas gudang yang tersedia tidak lagi mencukupi, sehingga Bulog menyewa gudang tambahan di daerah tersebut.
Gambaran itu memperlihatkan bahwa Konsel bukan hanya menjadi wilayah penerima manfaat program pangan, tetapi juga memiliki basis produksi beras yang semakin penting dalam rantai pasok pangan regional.
Bulog Pastikan Distribusi Berjalan
Abdan menegaskan, Bulog pada prinsipnya bertugas memastikan komoditas yang telah ditetapkan pemerintah pusat tersedia dan dapat disalurkan sesuai ketentuan.
Penyaluran dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan wilayah dan jadwal distribusi yang telah dikoordinasikan bersama pemerintah daerah.
“Untuk tahap kedua ini hanya beras sesuai ketetapan,” demikian penjelasan dalam materi koordinasi penyaluran.
Dengan skema tersebut, Bulog menargetkan seluruh bantuan pangan untuk periode Juli–September dapat diselesaikan selambat-lambatnya pada September 2026.
Bagi puluhan ribu keluarga penerima manfaat, bantuan itu tentu bukan sekadar angka dalam tabel distribusi. Di tengah kebutuhan rumah tangga yang terus berjalan, puluhan kilogram beras berarti cadangan pangan yang secara langsung dapat meringankan beban belanja keluarga.
Dan di Konawe Selatan, karung-karung beras itu kini bergerak dari gudang menuju rumah-rumah warga—membawa pesan sederhana bahwa ketahanan pangan bukan hanya soal seberapa besar stok tersimpan, tetapi seberapa cepat pangan sampai ke meja masyarakat yang membutuhkan.










Komentar