Kibar News, Bombana – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bombana terus menunjukkan komitmennya dalam membangun tata kelola pendidikan yang transparan, profesional, dan berintegritas. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui pelaksanaan Deklarasi Bersama Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 yang digelar di Rumah Jabatan Bupati Bombana, Rumbia, Selasa (21/4/2026).
Kegiatan strategis itu menjadi langkah penting dalam memastikan proses penerimaan peserta didik baru di Kabupaten Bombana berjalan secara objektif, akuntabel, dan berpihak pada prinsip keadilan pendidikan bagi seluruh masyarakat.
Deklarasi dipimpin langsung oleh Bupati Bombana dan dihadiri Ketua DPRD Bombana, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, termasuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Sosial, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Inspektorat Daerah, hingga panitia pelaksana SPMB.
Momentum tersebut sekaligus menjadi simbol kuat sinergi lintas sektor dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan yang bersih dan berkualitas di Kabupaten Bombana.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bombana menjadi salah satu motor utama dalam penyelenggaraan deklarasi tersebut. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari upaya memperkuat kepercayaan publik terhadap sistem pendidikan daerah, khususnya pada proses penerimaan murid baru yang selama ini menjadi perhatian masyarakat.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bombana, Samaruddin,S.Pd menegaskan bahwa pelaksanaan SPMB harus menjadi ruang pelayanan pendidikan yang terbuka dan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh peserta didik.
“Kami ingin memastikan bahwa proses penerimaan murid baru di Bombana berjalan secara transparan, profesional, dan sesuai aturan. Pendidikan harus menjadi ruang yang adil bagi semua anak,” ujarnya.
Menurutnya, Dinas Pendidikan Bombana terus melakukan pembenahan sistem pendidikan, tidak hanya dari sisi pembelajaran, tetapi juga dalam tata kelola administrasi dan pelayanan publik di sektor pendidikan.
Karena itu, keterlibatan berbagai instansi dalam deklarasi bersama ini menjadi bagian penting dalam memperkuat pengawasan, validasi data, hingga keterbukaan informasi kepada masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, seluruh unsur pemerintah daerah turut menandatangani komitmen bersama sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan SPMB yang bersih dan bebas dari praktik-praktik penyimpangan.
Langkah ini juga menunjukkan bahwa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bombana tidak ingin sekadar menjalankan agenda administratif tahunan, tetapi benar-benar membangun sistem pendidikan yang modern, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Di tengah tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks, mulai dari pemerataan akses pendidikan hingga tuntutan kualitas layanan publik, Dikbud Bombana berupaya menghadirkan sistem yang lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Deklarasi SPMB 2026/2027 menjadi salah satu bukti bahwa pembenahan pendidikan di Bombana terus bergerak ke arah yang lebih baik.
Apalagi dalam beberapa waktu terakhir, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bombana aktif melakukan berbagai langkah penguatan internal, mulai dari evaluasi program kerja, penguatan kapasitas tenaga pendidik, pengembangan muatan lokal, hingga penguatan budaya belajar guru.
Hal tersebut menjadi bagian dari visi besar pemerintah daerah untuk menjadikan pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia Bombana.
Di balik seremoni deklarasi itu, tersimpan pesan kuat bahwa pendidikan di Bombana tidak boleh berjalan tanpa arah dan integritas.
Karena pada akhirnya, kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh ruang kelas dan kurikulum, tetapi juga oleh seberapa besar keberanian pemerintah menjaga sistem tetap bersih, adil, dan berpihak pada masa depan generasi daerah.










Komentar