Kepala BGTK Sultra Sambangi Dikbud Bombana, Buku Muatan Lokal Jadi Simbol Penguatan Identitas Daerah

Kibar News, Bombana – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bombana kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pembangunan pendidikan berbasis karakter dan kearifan lokal. Komitmen itu terlihat dalam kunjungan Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Sulawesi Tenggara, Surip Widodo, S.Si., M.M., ke Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bombana, Selasa (20/5/2026).

Kunjungan tersebut tidak sekadar menjadi agenda silaturahmi kelembagaan, tetapi juga menjadi momentum strategis memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah dalam pengembangan kualitas pendidikan di Bombana.

Dalam kesempatan itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bombana menyerahkan secara resmi produk buku muatan lokal (mulok) kepada Kepala BGTK Sulawesi Tenggara. Penyerahan dilakukan langsung oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bombana, Nina Meirina.

Baca Selengkapnya  Mahasiswa KKN USN Kolaka Gelar Simulasi Pemadaman Kebakaran di Desa Rante Baru

Buku muatan lokal tersebut disebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga identitas budaya sekaligus memperkuat karakter peserta didik melalui pendidikan berbasis potensi dan nilai-nilai lokal daerah.

Momentum penyerahan buku mulok itu berlangsung hangat dan penuh makna. Di tengah arus modernisasi pendidikan dan derasnya pengaruh globalisasi, Bombana mencoba menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya soal angka dan kurikulum nasional, tetapi juga tentang menjaga akar budaya dan identitas generasi daerah.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bombana, Nina Meirina, menyebut pengembangan muatan lokal menjadi langkah penting agar peserta didik tidak tercerabut dari sejarah, budaya, dan nilai-nilai daerahnya sendiri.

Baca Selengkapnya  Sekda dan Dikbud Bombana Perkuat Kepemimpinan Sekolah, Ratusan Plt Kepala Sekolah Terima Perpanjangan Tugas

“Muatan lokal bukan hanya materi tambahan di sekolah, tetapi bagian dari upaya membangun karakter dan identitas generasi muda Bombana agar tetap mengenal budaya dan potensi daerahnya,” ujarnya.

Menurut Nina, penguatan pendidikan berbasis lokal menjadi relevan di tengah tantangan pendidikan modern yang menuntut keseimbangan antara kompetensi global dan nilai-nilai budaya lokal.

Sementara itu, Kepala BGTK Sulawesi Tenggara, Surip Widodo, mengapresiasi langkah Dinas Pendidikan Bombana yang mulai serius menghadirkan produk pendidikan berbasis daerah.

Ia menilai pengembangan buku muatan lokal merupakan bentuk nyata inovasi pendidikan yang tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga memperkuat kecintaan peserta didik terhadap daerahnya sendiri.

“Pendidikan harus mampu membangun karakter dan identitas. Apa yang dilakukan Bombana ini menjadi langkah baik dalam menjaga nilai-nilai lokal agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman,” ungkapnya.

Kunjungan tersebut juga menjadi ruang diskusi terkait penguatan kapasitas guru, pengembangan kualitas pembelajaran, hingga sinkronisasi program prioritas pendidikan antara daerah dan pemerintah pusat.

Baca Selengkapnya  Kepung Kejari dan Kantor Dikbud, Massa Aksi Minta Kabid GTK Terduga Gratifikasi Dana BOS Mundur dan Dipenjara

Dalam beberapa tahun terakhir, isu penguatan pendidikan karakter dan pelestarian budaya lokal memang menjadi perhatian penting dalam kebijakan pendidikan nasional. Pemerintah mendorong daerah agar tidak hanya fokus pada capaian akademik, tetapi juga menghadirkan pendidikan yang mampu membentuk jati diri peserta didik.

Karena itu, langkah Bombana menghadirkan buku muatan lokal dinilai sebagai bagian dari upaya strategis menjaga warisan budaya sekaligus menanamkan nilai-nilai lokal kepada generasi muda sejak dini.

Di balik lembar demi lembar buku yang diserahkan itu, tersimpan pesan besar bahwa pendidikan bukan hanya tentang mencetak manusia pintar, tetapi juga tentang membentuk generasi yang tahu siapa dirinya, mengenal daerahnya, dan bangga terhadap identitas budayanya sendiri.

Dan di tengah perubahan zaman yang bergerak begitu cepat, Bombana mencoba memastikan bahwa akar budaya daerah tetap tumbuh di ruang-ruang pendidikan.

Komentar