Kibar News, Bombana – Setelah bertahun-tahun menjadi keluhan masyarakat, jalan rusak di ruas Simpantiga Desa Baliara menuju Dusun Tanjung Melati akhirnya menunjukkan wajah baru. PT Timah Investasi Mineral (PT TIM) Kabaena memastikan progres perbaikan telah mencapai sekitar 75 persen, dengan peningkatan aksesibilitas yang melonjak drastis dari hanya 10 persen menjadi 90 persen dapat dilalui kendaraan, termasuk sepeda motor para pelajar.
Penanggungjawab Pengerjaan Jalan dari PT TIM Kabaena, Adnan Saleh,ST dalam wawancara resmi menyampaikan bahwa pekerjaan utama sepanjang kurang lebih 4 kilometer telah dikerjakan secara bertahap dengan menggunakan material unggulan berupa batu chrome (SP4), yang dikenal memiliki daya tahan tinggi terhadap hujan.
“Material yang kami gunakan ini bukan sembarang timbunan. Batu chrome di SP4 terbukti setelah dua hari hujan tidak mengalami perubahan signifikan. Artinya, kualitasnya kami jaga agar hasilnya menetap dan tidak cepat rusak,” ujar Adnan, Kamis (12/02/2026).
Dari Lumpur ke Harapan
Sebelum dilakukan perbaikan, kondisi jalan disebut sangat memprihatinkan, terutama saat musim hujan. Pelajar dan guru di wilayah Tanjung Malatih bahkan terpaksa melepas sepatu, menggulung celana atau mengangkat rok demi bisa menembus lumpur yang menggenang.
Kondisi tersebut bukan hanya memperlambat mobilitas, tetapi juga mengganggu proses belajar mengajar. Tak sedikit siswa yang datang terlambat atau memilih absen karena akses yang nyaris lumpuh.
Kini, situasi berubah signifikan. Jalan yang sebelumnya hanya bisa dilalui sekitar 10 persen oleh kendaraan, kini telah mencapai 90 persen kelayakan akses. Pelajar dapat melintas menggunakan sepeda motor tanpa rasa khawatir tergelincir di lumpur, dan aktivitas masyarakat kembali berjalan normal meski hujan mengguyur.
“Yang paling kami perhatikan adalah dampaknya ke masyarakat. Anak-anak sekolah tidak lagi terlambat, guru bisa datang tepat waktu. Itu yang menjadi perhatian utama kami,” tegasnya.
Serah Terima dan Kunjungan Direksi
Pekerjaan tersebut telah melalui proses serah terima pada Selasa, 10 Februari 2026, bertepatan dengan kunjungan pimpinan dari Jakarta. Ruas yang diperbaiki berada sekitar 4 kilometer dari Simpantiga, titik yang selama ini dikenal sebagai salah satu jalur rusak terparah menuju Tanjung Melati.
Meski demikian, pekerjaan belum sepenuhnya rampung. Tahap kedua yang mencakup sisa penimbunan dan penguatan struktur jalan sepanjang 2 Kilometer masih menunggu instruksi lanjutan dari direksi pusat.
Manajemen lapangan mengakui bahwa sempat terjadi keterlambatan persetujuan akibat padatnya agenda manajemen di Jakarta. Namun, tim di lapangan mengaku terus melakukan pengingat secara intensif agar pekerjaan tidak mangkrak.
“Kami terus mengingatkan direksi dan manajemen pusat agar tahap kedua segera disetujui. Bahkan jika perlu, administrasi (ADM) akan langsung kami kirim dan eksekusi supaya tidak ada lagi penundaan,” ujarnya.
Komitmen Pengawasan dan Kualitas
PT TIM Kabaena menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya fokus pada penyelesaian kuantitatif, tetapi juga kualitas hasil pekerjaan. Pengawasan lapangan dilakukan secara langsung untuk memastikan spesifikasi material sesuai dan konstruksi tahan terhadap cuaca ekstrem.
Perusahaan juga memastikan bahwa sisa 25 persen pekerjaan akan segera dituntaskan setelah instruksi direksi turun, termasuk penguatan tambahan pada beberapa titik yang dinilai rawan sepanjang 2 Kilometer.
Dengan capaian saat ini, masyarakat mulai merasakan dampak nyata dari perbaikan tersebut. Jalan yang dahulu menjadi simbol keterisolasian kini perlahan berubah menjadi jalur penghubung yang lebih layak dan manusiawi.
Perbaikan Simpantiga–Tanjung bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi representasi tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat lingkar tambang. Dan bagi warga Tanjung Malatih, jalan yang tak lagi berlumpur adalah harapan yang akhirnya menemukan pijakan.











Komentar