Tiga Nelayan Sagori Dilaporkan Hilang di Laut Sejak Lima Hari, Keluarga Diliputi Kecemasan

Kibar News, Bombana – Kabar duka menyelimuti warga Pulau Sagori, Kelurahan Sikeli, Kecamatan Kabaena Barat, Kabupaten Bombana. Tiga orang nelayan dilaporkan hilang di perairan setelah perahu yang mereka tumpangi tidak kunjung kembali sejak melaut pada Jumat (6/03/2026).

Hingga memasuki hari kelima sejak keberangkatan mereka, keberadaan para nelayan tersebut masih belum diketahui. Keluarga dan rekan sesama nelayan kini diliputi kecemasan, sementara upaya pencarian secara mandiri telah dilakukan oleh para nelayan setempat.

Informasi mengenai hilangnya para nelayan tersebut disampaikan oleh salah satu anggota keluarga korban, Karmila, kepada awak media melalui sambungan telepon WhatsApp pada Rabu (11/03/2026).

Baca Selengkapnya  Kampanye Anti Korupsi, Bombana Dapat Penghargaan Terbaik Dari KPK 

Menurut Karmila, peristiwa itu bermula ketika empat perahu nelayan dari Pulau Sagori berangkat bersama menuju Pulau Kawi-Kawia atau yang dikenal Pulau Burung, yang berada di wilayah dekat perairan Kabupaten Kepulauan Selayar. Tujuan mereka adalah untuk bekerja es ikan.

Namun perjalanan yang awalnya berjalan normal berubah menjadi kekhawatiran ketika satu perahu dari rombongan tersebut tidak pernah tiba di lokasi tujuan.

“Tadinya ada empat perahu yang berangkat bersama menuju Pulau Burung untuk es ikan. Tiga perahu sudah sampai di sana, tapi satu perahu tidak pernah tiba,” ujar Karmila.

Baca Selengkapnya  Pelabuhan Feri Sikeli Kabaena Diresmikan

Perahu yang hilang tersebut diketahui ditumpangi oleh tiga orang nelayan, yakni Aldi, seorang pemuda berusia sekitar 20 tahun, Andika yang masih duduk di bangku kelas 3 SMA dengan usia sekitar 17 hingga 18 tahun, serta seorang nelayan yang lebih senior yang akrab disapa Paman Buddu, berusia sekitar 50 tahun.

Ketika satu perahu tidak kunjung tiba di lokasi tujuan, para nelayan dari tiga perahu lainnya sempat menduga bahwa rekannya tersebut memilih kembali ke Pulau Sagori. Dugaan itu muncul karena pada saat perjalanan kondisi laut dilaporkan sedang bergelombang cukup kuat, sehingga mereka mengira perahu tersebut tidak mampu menembus ombak dan memutuskan untuk kembali ke daratan.

Situasi laut yang saat itu cukup ekstrem juga membuat para nelayan yang telah tiba di Pulau Burung tidak dapat melakukan pencarian.

“Ombaknya waktu itu sangat kencang, jadi mereka juga tidak bisa kembali mencari atau menyusul,” jelas Karmila

Baca Selengkapnya  Tim Voli Megawati Hangestri "Red Spark" Kalah 0-3 Dari Hyundai Hill State

Namun seiring berjalannya waktu, kekhawatiran mulai muncul. Setelah dua hari berlalu, para nelayan yang berada di Pulau Burung akhirnya memutuskan kembali ke Pulau Sagori untuk memastikan apakah benar perahu yang hilang tersebut telah lebih dulu kembali ke kampung halaman mereka.

Harapan bahwa ketiga nelayan tersebut telah tiba dengan selamat di Sagori ternyata tidak menjadi kenyataan. Saat rombongan nelayan tiba di pulau tersebut, perahu yang membawa Aldi, Andika, dan Paman Buddu tidak ditemukan.

Menyadari kemungkinan terburuk, para nelayan setempat pun segera melakukan pencarian di wilayah perairan sekitar, berharap dapat menemukan tanda-tanda keberadaan ketiga nelayan tersebut.

Namun hingga satu hari pencarian dilakukan di laut, hasilnya masih nihil. Tidak ada jejak perahu maupun tanda keberadaan para nelayan yang hilang tersebut.

Kecemasan kini menyelimuti keluarga korban dan warga Pulau Sagori yang sebagian besar menggantungkan hidup dari aktivitas melaut.

“Kami sangat khawatir, sampai sekarang belum ada kabar,” kata Karmila dengan nada penuh harap.

Baca Selengkapnya  Dihantam Ombak Hingga Nyaris Tenggelam, Kapal Indostar Balik Haluan

Pihak keluarga juga telah melaporkan secara resmi kejadian tersebut ke Pihak Kecamatan pada Selasa Malam (10/03/2026), pihak kecamatan gerak cepat berkoordinasi dengan Tim SAR Bau-Bau dan beberapa tim penyelamat lainnya agar proses pencarian dapat melibatkan pihak berwenang.

Di tengah ketidakpastian yang masih menyelimuti, keluarga dan masyarakat Pulau Sagori hanya bisa berharap agar ketiga nelayan tersebut dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.

Bagi masyarakat pesisir seperti Sagori, laut memang menjadi sumber kehidupan. Namun di saat yang sama, laut juga menyimpan risiko besar yang kerap menghadirkan cerita-cerita pilu bagi keluarga para nelayan yang menaruh harapan di setiap perahu yang berlayar.

Komentar