Kibar News, Bombana – Sebuah tonggak sejarah baru akhirnya ditancapkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) Kabupaten Bombana. Setelah hampir dua dekade hadir dan berkiprah dalam dinamika politik daerah tanpa memiliki kantor permanen milik sendiri, partai berlambang banteng moncong putih itu resmi memulai pembangunan Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bombana melalui prosesi peletakan batu pertama yang digelar di Kelurahan Lampopala, Kecamatan Rumbia, Selasa (2/6/2026).
Momentum tersebut bukan sekadar seremoni pembangunan fisik sebuah gedung. Bagi keluarga besar PDI Perjuangan Bombana, peletakan batu pertama ini menjadi simbol lahirnya rumah perjuangan yang selama ini diimpikan kader dan simpatisan sejak Kabupaten Bombana berdiri sebagai daerah otonom.
Ratusan kader, pengurus partai, simpatisan, serta sejumlah tokoh masyarakat tampak memadati lokasi kegiatan. Semangat gotong royong dan optimisme menyelimuti acara yang menandai dimulainya pembangunan kantor permanen pertama milik partai politik di Kabupaten Bombana.
Mewakili Ketua DPD PDI Perjuangan Sulawesi Tenggara yang berhalangan hadir karena agenda partai lainnya, Wakil Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sultra, I Made Suparna, S.Sos., M.Si, memberikan apresiasi tinggi atas langkah besar yang dilakukan DPC PDI Perjuangan Bombana.
Menurutnya, pembangunan kantor permanen merupakan capaian penting yang tidak hanya memiliki nilai organisatoris, tetapi juga nilai historis bagi perjalanan partai di Kabupaten Bombana.
“Ini merupakan terobosan yang luar biasa. Hampir 20 tahun Bombana mekar dan PDI Perjuangan hadir di daerah ini. Kini saatnya partai memiliki kantor sendiri sebagai pusat kegiatan, konsolidasi, rapat, dan kerja-kerja politik,” Made Suparna di hadapan para kader.
Ia menegaskan bahwa kantor permanen bukan sekadar bangunan yang terdiri dari tembok dan atap. Lebih dari itu, kantor tersebut akan menjadi simbol identitas partai, pusat pengorganisasian kader, sekaligus ruang perjuangan yang akan terus hidup dan bergerak bersama rakyat.
“Kantor ini adalah simbol komitmen. Simbol bahwa PDI Perjuangan hadir secara permanen untuk mengawal aspirasi masyarakat Bombana,” katanya.
Sementara itu, Ketua PAC PDI Perjuangan Bombana, Andi Muhammad Khaekal, menyebut pembangunan kantor tersebut sebagai mimpi besar yang akhirnya mulai diwujudkan.
Menurutnya, selama bertahun-tahun PDI Perjuangan Bombana menjalankan roda organisasi dengan berbagai keterbatasan fasilitas. Namun kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat kader untuk terus membesarkan partai dan mengabdi kepada masyarakat.
“Hari ini kita memulai sesuatu yang bersejarah. Kantor ini nantinya menjadi rumah bersama bagi seluruh kader dan pengurus. Tempat berdiskusi, menyusun strategi perjuangan, menerima aspirasi masyarakat, dan memperkuat konsolidasi organisasi,” ujarnya.
Khaekal bahkan menyebut kantor permanen sebagai “jantung organisasi” yang akan menggerakkan seluruh aktivitas politik partai di Kabupaten Bombana.
Dari gedung inilah nantinya berbagai agenda strategis akan dijalankan, mulai dari pendidikan kader, konsolidasi internal, penyusunan program kerakyatan, hingga ruang dialog yang terbuka bagi masyarakat.
“Partai harus hadir setiap hari, bukan hanya menjelang pemilu. Kehadiran kantor permanen ini adalah bukti bahwa PDI Perjuangan ingin semakin dekat dengan rakyat,” tegasnya.
Pembangunan kantor tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp1,7 miliar. Dana pembangunan akan dihimpun secara gotong royong melalui kontribusi pengurus, anggota legislatif dari Fraksi PDI Perjuangan, kader, serta simpatisan partai.
Model pembiayaan berbasis gotong royong tersebut dinilai mencerminkan semangat ideologis yang selama ini menjadi ciri khas PDI Perjuangan.
Pembangunan akan dilakukan secara bertahap. Tahap pertama difokuskan pada penyelesaian struktur dasar dan lantai satu yang ditargetkan rampung pada tahun 2026. Selanjutnya pembangunan lantai dua akan dilanjutkan pada tahap berikutnya.
Target besar yang dipasang cukup ambisius. Kantor DPC PDI Perjuangan Bombana ditargetkan dapat beroperasi penuh sebelum pelaksanaan Pemilu 2029.
Bagi PDI Perjuangan Bombana, keberadaan kantor permanen memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar infrastruktur organisasi. Gedung tersebut diproyeksikan menjadi pusat kaderisasi, laboratorium gagasan politik, ruang konsolidasi kekuatan partai, sekaligus rumah aspirasi bagi masyarakat Bombana.
Setelah hampir 20 tahun menjalani perjalanan politik tanpa rumah sendiri, PDI Perjuangan Bombana kini mulai menancapkan fondasi permanen perjuangannya.
Dari Lampopala, sebuah babak baru dimulai. Sebuah rumah banteng sedang dibangun. Bukan hanya untuk kader, tetapi juga sebagai simbol bahwa politik yang berakar pada gotong royong, keberpihakan kepada rakyat, dan kerja-kerja pengabdian akan terus hidup dan tumbuh di Kabupaten Bombana.
Jika selama ini perjuangan dilakukan dari berbagai tempat yang berpindah-pindah, maka mulai hari ini PDI Perjuangan Bombana memiliki arah baru: membangun rumah perjuangan yang akan menjadi pusat denyut politik partai menuju masa depan yang lebih kokoh dan lebih besar.










Komentar