Plt. Kadis Dikbud Bombana Turun Langsung ke Sekolah, Pastikan Pembelajaran dan Penggunaan Dana BOS Berjalan Optimal

Kibar News, Bombana – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bombana terus memperlihatkan keseriusannya dalam membangun tata kelola pendidikan yang lebih disiplin, terukur, dan berorientasi pada mutu pelayanan. Tidak hanya bergerak di ruang administrasi, jajaran Dinas Pendidikan kini mulai aktif turun langsung ke sekolah-sekolah guna memastikan kualitas pembelajaran berjalan sesuai harapan.

Komitmen itu terlihat saat Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bombana, Samaruddin, melakukan peninjauan langsung ke tiga sekolah dasar di wilayah Kecamatan Laea dan sekitarnya, Kamis (12/3/2026).

Tiga sekolah yang menjadi lokasi monitoring tersebut masing-masing SD Negeri 11 Bambaea, SD Negeri 43 Bambaea, dan SD Negeri 92 Laea.

Baca Selengkapnya  Disdik dan Kejari Bombana Gelar Sosialisasi Jaksa Masuk Sekolah di Rarowatu

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari penguatan pengawasan internal Dinas Pendidikan terhadap pelaksanaan proses belajar mengajar, kondisi sarana dan fasilitas sekolah, keaktifan tenaga pendidik, hingga penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Dalam kunjungan itu, Samaruddin meninjau langsung aktivitas pembelajaran di ruang kelas, berdialog dengan pihak sekolah, serta melihat kondisi fasilitas penunjang pendidikan yang digunakan siswa dalam proses belajar mengajar.

Monitoring tersebut juga menjadi langkah evaluasi lapangan untuk memastikan pelayanan pendidikan tetap berjalan efektif hingga ke sekolah-sekolah di wilayah kecamatan.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bombana, Samaruddin, menegaskan bahwa pengawasan langsung ke sekolah menjadi bagian penting dalam membangun sistem pendidikan yang lebih tertib dan akuntabel.

“Kami ingin memastikan proses pembelajaran berjalan baik, guru aktif menjalankan tugasnya, fasilitas sekolah dimanfaatkan dengan maksimal, dan penggunaan dana BOS benar-benar tepat sasaran,” ujarnya.

Menurutnya, Dana BOS merupakan instrumen penting dalam mendukung operasional pendidikan di sekolah sehingga pengelolaannya harus dilakukan secara transparan, efektif, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Selengkapnya  Bupati Konsel Surunuddin Buka Kegiatan Perkemahan Pramuka

Karena itu, monitoring lapangan dinilai penting agar pemerintah daerah dapat melihat langsung kondisi riil di sekolah serta memastikan penggunaan anggaran benar-benar mendukung kebutuhan pendidikan siswa.

Tidak hanya fokus pada administrasi, kunjungan tersebut juga menjadi bentuk perhatian Dinas Pendidikan terhadap kondisi pembelajaran di lapangan.

Dalam peninjauan itu, Samaruddin turut memperhatikan tingkat keaktifan guru dalam proses belajar mengajar serta kondisi lingkungan sekolah sebagai bagian dari upaya menciptakan suasana pendidikan yang kondusif.

Langkah aktif Dinas Pendidikan Bombana turun langsung ke sekolah-sekolah memperlihatkan perubahan pola kerja birokrasi pendidikan yang mulai bergerak lebih responsif dan dekat dengan satuan pendidikan.

Apalagi di tengah tuntutan peningkatan kualitas pendidikan daerah, pemerintah tidak lagi cukup hanya mengeluarkan kebijakan, tetapi juga harus hadir memastikan implementasi berjalan dengan baik di lapangan.

Kunjungan monitoring tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bombana ingin membangun budaya pengawasan pendidikan yang lebih aktif dan berkelanjutan.

Dalam beberapa waktu terakhir, Dikbud Bombana memang terus melakukan berbagai langkah pembenahan, mulai dari monitoring pelaksanaan pembelajaran, penguatan tata kelola sekolah, evaluasi kesiapan tenaga pendidik, hingga pengawasan penggunaan anggaran pendidikan.

Baca Selengkapnya  H. Rustam, Pj Kadis Dikbud Bombana Tutup Usia

Hal itu menunjukkan bahwa pembangunan pendidikan di Bombana mulai diarahkan tidak hanya pada pencapaian program administratif, tetapi juga pada kualitas pelayanan pendidikan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Kehadiran langsung Plt. Kepala Dinas di sekolah-sekolah juga memberikan pesan moral kepada tenaga pendidik bahwa pemerintah daerah serius mengawal mutu pendidikan hingga ke ruang kelas.

Sebab pada akhirnya, pendidikan yang maju tidak lahir hanya dari dokumen program dan rapat birokrasi, tetapi dari keseriusan memastikan guru mengajar dengan baik, fasilitas sekolah berfungsi optimal, dan anggaran pendidikan digunakan secara bertanggung jawab.

Di balik kunjungan ke SDN 11 Bambaea, SDN 43 Bambaea, dan SDN 92 Laea itu, tersimpan pesan besar bahwa pembenahan pendidikan harus dimulai dari kedekatan pemerintah dengan kondisi nyata sekolah.

Dan melalui langkah monitoring langsung seperti ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bombana mencoba menegaskan bahwa arah pembangunan pendidikan daerah sedang bergerak menuju sistem yang lebih disiplin, transparan, dan berorientasi pada kualitas generasi masa depan.

Komentar