Kibar News, Bombana – Di tengah tuntutan pembenahan dunia pendidikan yang terus menjadi sorotan publik, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bombana mulai bergerak melakukan konsolidasi internal secara menyeluruh. Langkah itu ditandai dengan digelarnya rapat internal pimpinan dan staf (pimstaf) yang dipimpin langsung oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bombana, Nina Meirina, Selasa (20/5/2026).
Rapat yang berlangsung di lingkungan Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bombana tersebut menjadi momentum penting dalam mengevaluasi arah kebijakan sekaligus memetakan program kerja setiap bidang untuk tahun berjalan.
Tidak sekadar rapat rutin birokrasi, forum tersebut disebut menjadi bagian dari upaya penataan internal guna memperkuat efektivitas kinerja organisasi di tengah dinamika dan tantangan sektor pendidikan yang semakin kompleks.
Dalam rapat itu, Nina Meirina didampingi langsung oleh Plt. Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bombana, Kandamang, serta dihadiri jajaran kepala bidang dan staf lingkup Dikbud Bombana.
Agenda utama pembahasan mencakup gambaran umum program kerja setiap bidang, evaluasi capaian program yang telah berjalan, hingga identifikasi berbagai kendala teknis maupun administratif yang masih menjadi hambatan di lapangan.
Suasana rapat berlangsung serius namun konstruktif. Setiap bidang diminta memaparkan progres program, tantangan yang dihadapi, serta langkah strategis yang akan dilakukan untuk memperkuat kualitas pelayanan pendidikan di Kabupaten Bombana.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bombana, Nina Meirina, menegaskan bahwa evaluasi internal menjadi hal penting agar seluruh program pendidikan berjalan lebih terarah, terukur, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
“Evaluasi bukan untuk mencari kesalahan, tetapi untuk memastikan bahwa seluruh program benar-benar berjalan sesuai target dan kebutuhan dunia pendidikan di Bombana,” ujarnya dalam rapat tersebut.
Menurutnya, penguatan koordinasi antarbidang menjadi kunci penting dalam menciptakan tata kelola pendidikan yang lebih efektif dan responsif terhadap berbagai persoalan di lapangan.
Rapat pimstaf ini juga menjadi sinyal bahwa Dinas Pendidikan Bombana mulai memperkuat ritme kerja internal di tengah berbagai sorotan publik terhadap sektor pendidikan daerah, mulai dari persoalan tenaga pendidik, tata kelola sekolah, hingga peningkatan mutu pembelajaran.
Sejumlah catatan strategis yang muncul dalam rapat disebut akan dibahas lebih mendalam dalam rapat teknis masing-masing bidang yang dijadwalkan dalam waktu dekat.
Langkah tersebut dinilai penting agar setiap program tidak hanya berhenti pada tataran administrasi, tetapi benar-benar memiliki arah implementasi yang jelas dan terukur.
Di sisi lain, konsolidasi internal ini juga dipandang sebagai upaya membangun kultur kerja birokrasi pendidikan yang lebih disiplin, adaptif, dan berbasis evaluasi.
Apalagi, dunia pendidikan saat ini menghadapi tantangan besar seiring percepatan transformasi digital, perubahan pola pembelajaran, hingga tuntutan peningkatan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Karena itu, pembenahan internal organisasi menjadi fondasi penting sebelum melangkah lebih jauh pada agenda-agenda pembangunan pendidikan yang lebih besar.
Bagi sebagian kalangan, rapat internal tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun di balik forum tertutup itu, tersimpan pesan penting bahwa pembenahan pendidikan tidak selalu dimulai dari panggung besar, melainkan dari keberanian mengevaluasi diri sendiri.
Dan di tengah derasnya kritik terhadap tata kelola pendidikan daerah, langkah konsolidasi yang dilakukan Dikbud Bombana menjadi penanda bahwa perubahan mulai diupayakan dari dalam.










Komentar