Kibar News, Bombana – Harapan masyarakat Kabaena untuk memiliki akses jalan yang lebih layak perlahan mulai terwujud. PT. Muara Karya Jaya (MKJ Group), perusahaan induk yang menaungi PT. Tambang Bumi Sulawesi (TBS) dan PT. Almharig, resmi merealisasikan komitmen yang disepakati bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bombana pada executive meeting di Yuan Garden Hotel, Jakarta, 3 Juli 2025 lalu.
Komitmen tersebut diwujudkan dalam bentuk pemeliharaan dan perbaikan jalan di Pulau Kabaena, tepatnya di jalur yang menghubungkan ujung aspal Kelurahan Teomokole, Kec. Kabaena hingga Desa Pongkalaero, Kecamatan Kabaena Selatan. Pekerjaan yang dilakukan meliputi pengerasan jalan, pemadatan, dan pengisian volume kosong pada bahu jalan agar jalan semakin lebar
Jalan Panjang 7 KM, Sempat Alami Perubahan Rute
Direktur Utama PT. MKJ Group, Basmalah Septian Jaya, menjelaskan bahwa panjang jalan yang dikerjakan mencapai sekitar tujuh kilometer. Angka tersebut sesuai dengan kesepakatan awal bersama Pemkab Bombana.
Namun, Basmalah mengungkapkan adanya sedikit perubahan arah pengerjaan. Awalnya, ruas jalan yang akan dikerjakan MKJ Group berada di jalur Desa Tangkeno – Enano. Tetapi, setelah dilakukan koordinasi lebih lanjut dengan Pemerintah Daerah dan perusahaan tambang lainnya, terjadi kesepakatan pertukaran wilayah kerja.
“Komitmen awal kami memang jalan Desa Tangkeno-Enano, tapi kemudian ada barter wilayah dengan PT. AHB. Jadi AHB yang mengerjakan jalan Tangkeno, sementara MKJ Group fokus menggarap ruas Teomokole-Pongkalaero,” jelas Basmalah.
Ia menambahkan, perubahan rute itu tidak mengurangi nilai komitmen yang sudah disepakati, justru memperluas manfaat karena setiap wilayah mendapatkan perhatian sesuai kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat.
Iskandar: Perusahaan Lain Harus Menyusul
Langkah MKJ Group mendapat apresiasi dari Ketua DPRD Kabupaten Bombana, Iskandar, SP. Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan V yang meliputi Pulau Kabaena, ia menilai inisiatif tersebut menjadi bukti nyata kepedulian perusahaan tambang terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.
“Semoga langkah yang sudah dilakukan MKJ Group ini segera diikuti oleh perusahaan lain di Kabaena. Warga kita sangat membutuhkan dukungan infrastruktur dasar, terutama akses jalan,” ujar Iskandar.
Menurutnya, DPRD bersama Pemda Bombana memang sejak lama menekankan pentingnya kontribusi perusahaan tambang melalui program tanggung jawab sosial (CSR).
Jalan, kata dia, merupakan salah satu kebutuhan mendesak karena menjadi jalur vital bagi mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, hingga akses menuju fasilitas pendidikan dan kesehatan.
Jalan Sebagai Denyut Ekonomi Warga Kabaena
Bagi masyarakat Kabaena, keberadaan jalan yang layak ibarat urat nadi kehidupan. Selama ini, banyak jalur desa yang masih berupa jalan tanah dan berlubang. Ketika musim hujan, jalan menjadi licin dan sulit dilalui kendaraan, sementara di musim kemarau, debu beterbangan dan mengganggu kesehatan.
Ruas jalan Teomokole–Pongkalaero termasuk salah satu yang paling sering dikeluhkan warga. Selain sebagai jalur penghubung antar-desa dan kecamatan, jalan ini juga menjadi akses utama bagi petani yang hendak mengangkut hasil bumi ke pasar.
Dengan adanya pengerasan dan pemadatan jalan, warga berharap biaya transportasi bisa ditekan, mobilitas semakin lancar, dan peluang ekonomi terbuka lebih luas.
Bagian dari Komitmen Lebih Besar
Bupati Bombana dalam berbagai kesempatan sebelumnya menegaskan, setiap perusahaan tambang yang beroperasi wajib memberikan kontribusi nyata bagi daerah. Tidak hanya sebatas royalti, tetapi juga dalam bentuk program-program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Executive meeting yang digelar di Jakarta beberapa waktu lalu, menjadi forum penting yang mempertemukan Pemkab Bombana dengan sejumlah perusahaan tambang. Dalam pertemuan itu, perusahaan menyatakan komitmennya untuk membantu pembangunan, salah satunya melalui perbaikan infrastruktur dasar seperti jalan.
Realiasi yang kini dilakukan MKJ Group dinilai menjadi contoh konkret dari kesepakatan tersebut. Pemkab Bombana berharap, komitmen serupa segera ditindaklanjuti oleh perusahaan lain, sehingga pembangunan di Kabaena tidak hanya bergantung pada APBD, tetapi juga pada partisipasi dunia usaha.
Masyarakat Menunggu Kelanjutan
Meskipun realisasi MKJ Group mendapat apresiasi, masyarakat berharap perbaikan tidak berhenti pada satu ruas jalan saja. Masih banyak wilayah di Kabaena yang membutuhkan perhatian serupa, mulai dari Kabaena Tengah, Kabaena Timur, hingga jalur menuju kawasan wisata Tangkeno yang selama ini menjadi ikon pariwisata daerah.
“Perusahaan tambang harus melihat ini sebagai bagian dari tanggung jawab moral. Mereka beroperasi di tanah kita, maka sudah sepantasnya ikut membangun jalan, sekolah, dan fasilitas publik lainnya,” kata Abd. Rasyid, Ketua Himpunan Mahasiswa Kabaena Makassar (HMK Makassar)
Dengan adanya sinergi antara Pemkab, DPRD, dan perusahaan, masyarakat optimistis wajah infrastruktur Kabaena akan semakin membaik di masa mendatang.
Komentar