Kibar News, Bombana – Satu tahun kepemimpinan Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si dan Wakil Bupati Ahmad Yani, S.Pd., M.Si dengan akronim BERANI mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk dari Ketua DPRD Kabupaten Bombana, Iskandar, SP.
Sebagai pimpinan lembaga legislatif sekaligus Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Bombana—partai pemenang kursi pimpinan DPRD dan salah satu partai pengusung pasangan BERANI—Iskandar menilai satu tahun pertama pemerintahan telah menunjukkan arah yang jelas dan progres pembangunan yang terukur.
“Sebagai mitra strategis pemerintah daerah, kami di DPRD melihat bahwa fondasi pembangunan sudah diletakkan dengan cukup kuat. Infrastruktur bergerak, sektor pertanian dan perikanan diperkuat, pelayanan publik semakin responsif, dan capaian penghargaan menjadi indikator tata kelola yang membaik,” ujar Iskandar dalam keterangannya, Sabtu (21/2/2026).
Menurutnya, visi Bombana Berdaya Saing Berbasis Agro-Minapolitan mulai diterjemahkan dalam program konkret. Percepatan pembangunan jalan, jembatan, jaringan irigasi, cetak sawah baru, hingga dukungan bagi UMKM dan nelayan dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekonomi kerakyatan.
Ia juga mengapresiasi capaian Universal Health Coverage (UHC) serta konsistensi opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang kembali diraih.
“Itu bukan sekadar simbol penghargaan, tetapi cerminan dari tata kelola keuangan dan pelayanan dasar yang semakin membaik,” tegasnya.
Legislasi dan Eksekusi Harus Semakin Sinkron
Meski demikian, Iskandar mengingatkan bahwa satu tahun pertama adalah fase peletakan fondasi, bukan garis akhir. Tahun 2026, kata dia, harus menjadi momentum percepatan dan konsolidasi hasil.
“PR kita masih sangat banyak dan sebagian bersifat urgent. Kita tidak boleh berpuas diri. DPRD akan terus menjalankan fungsi pengawasan, penganggaran, dan legislasi secara konstruktif untuk memastikan seluruh program benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat,” ujarnya.
Beberapa hal yang menurutnya perlu menjadi perhatian serius di 2026 antara lain percepatan penuntasan infrastruktur dasar di wilayah-wilayah terpencil, penguatan stabilitas harga komoditas petani dan nelayan, penanganan kemiskinan ekstrem yang lebih terintegrasi, serta peningkatan kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan di tingkat desa.
Ia juga menekankan pentingnya penyerapan anggaran yang efektif dan tepat waktu agar dampaknya langsung dirasakan masyarakat.
“Kita ingin APBD benar-benar menjadi instrumen percepatan kesejahteraan, bukan sekadar administrasi belaka,” tambahnya.
PKB Siap Mengawal Agenda Kerakyatan
Sebagai Ketua DPC PKB Bombana, Iskandar menegaskan komitmen partainya untuk terus mengawal agenda kerakyatan yang menjadi semangat awal pengusungan pasangan BERANI.
“PKB berdiri di atas aspirasi rakyat kecil—petani, nelayan, pelaku UMKM, guru honorer, tenaga kesehatan, dan masyarakat desa. Karena itu, kami akan memastikan kebijakan daerah tetap berpihak pada mereka,” katanya.
Ia menyebut sinergi antara eksekutif dan legislatif harus semakin solid, namun tetap kritis dan objektif. Dukungan politik, menurutnya, tidak boleh menghilangkan fungsi kontrol.
“Kami mendukung penuh Bupati dan Wakil Bupati untuk menyelesaikan agenda pembangunan lima tahun. Tapi dukungan itu harus dibarengi dengan pengawasan yang sehat. Kritik itu bukan perlawanan, melainkan bentuk tanggung jawab,” tegas Iskandar.
2026: Tahun Pembuktian Akselerasi
Menutup pernyataannya, Iskandar menyebut tahun 2026 sebagai tahun pembuktian akselerasi. Fondasi sudah dibangun, arah sudah ditetapkan, kini saatnya memastikan hasil yang lebih merata dan berkelanjutan.
“Bombana hari ini memang lebih optimis. Tapi kita ingin lebih dari itu—kita ingin pertumbuhan yang inklusif, kesejahteraan yang merata, dan pelayanan publik yang benar-benar prima. Itu pekerjaan rumah kita bersama,” pungkasnya.
Refleksi satu tahun BERANI menjadi momentum evaluasi sekaligus konsolidasi. Apresiasi diberikan atas capaian yang diraih, namun komitmen untuk terus memperbaiki dan mempercepat pembangunan tetap menjadi agenda utama menuju Bombana yang berdaya saing dan sejahtera.











Komentar