Pelabuhan Kasipute Diserbu Pemudik Kabaena, Kekurangan Armada Kembali Jadi Sorotan

Kibar News, Bombana – Lonjakan arus mudik menuju Kepulauan Kabaena melalui jalur penyeberangan Kasipute, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, menyebabkan kepadatan luar biasa di area pelabuhan, Selasa (17/03/2026).

Ratusan calon penumpang bahkan telah stand by sejak subuh, sekitar pukul 03.00 WITA setelah sahur, demi mendapatkan kesempatan menyeberang menuju kampung halaman.

Pantauan di lokasi menunjukkan antrean panjang penumpang memadati area loket hingga dermaga. Sepeda motor milik pemudik juga terlihat memenuhi area parkir pelabuhan, menandakan tingginya antusiasme masyarakat yang hendak menyeberang ke Pulau Kabaena menjelang momentum mudik.

Baca Selengkapnya  Akses Nyaris Lumpuh, PT TIM Kabaena Tuntaskan 75% Perbaikan Jalan Poros Menuju Tanjung Melati

Beberapa penumpang mengaku sudah berada di pelabuhan sejak dini hari setelah sahur agar tidak kehabisan tiket.

“Kami datang dari subuh, sekitar jam tiga setelah sahur sudah di pelabuhan. Tapi sampai siang masih menunggu karena kuota kapal terbatas, takut tidak kebagian tiket” ujar salah satu calon penumpang.

Namun harapan sebagian pemudik harus pupus. Hingga menjelang siang hari, banyak di antara mereka yang belum juga mendapatkan tiket akibat keterbatasan kuota pemuatan kapal yang melayani lintasan Kasipute–Kabaena.

Membludaknya jumlah pemudik yang tidak sebanding dengan kapasitas kapal sempat memicu ketegangan di area pelabuhan. Pada Sabtu, 14 Maret 2026, kondisi di Pelabuhan Kasipute bahkan sempat ricuh ketika sejumlah penumpang yang telah lama menunggu tidak dapat terangkut karena kuota pemuatan kapal telah penuh.

Baca Selengkapnya  KPU Bombana Tetapkan Syarat Dukungan Bakal Calon Independen Pilkada Sebanyak 11.141 Orang

Situasi tersebut membuat banyak pemudik terpaksa menunda perjalanan mereka. Sebagian memilih tetap bertahan menunggu keberangkatan berikutnya, sementara lainnya terpaksa kembali pulang karena tidak mendapatkan tiket.

Jalur penyeberangan Kasipute–Kabaena memang menjadi akses utama masyarakat Kepulauan Kabaena menuju daratan Kabupaten Bombana ataupun sebaliknya. Setiap momentum mudik, jalur ini hampir selalu dipadati penumpang dan kendaraan yang hendak menyeberang.

Sayangnya, keterbatasan armada penyeberangan membuat layanan transportasi laut di jalur tersebut kerap kewalahan menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat.

Permasalahan kekurangan armada kapal ini sebenarnya bukan hal baru. Isu tersebut sebelumnya telah dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) DPRD Bombana pada 26 Januari 2026 lalu bersama pemerintah daerah dan instansi terkait.

Baca Selengkapnya  Enam Atlet Indonesia Lolos Olympiade 2024 Paris 

Dalam forum tersebut, sejumlah pihak menyoroti perlunya penambahan armada feri, penambahan jalur penyebrangan kasipute-dongkala atau peningkatan frekuensi pelayaran guna mengantisipasi lonjakan penumpang, khususnya pada musim mudik.

Selain sebagai jalur transportasi masyarakat, lintasan Kasipute–Kabaena juga menjadi jalur vital distribusi barang dan mobilitas berbagai aktivitas masyarakat kepulauan.

Lonjakan arus mudik tahun ini kembali menjadi bukti bahwa kebutuhan penambahan armada penyeberangan menuju Kabaena semakin mendesak. Tanpa langkah konkret dari pihak terkait, kondisi kepadatan serupa dikhawatirkan akan terus terulang setiap musim mudik tiba.

Komentar