Iskandar Minta Pemda Tak Tutup Mata Soal Perpeloncoan Siswi MTsN 2 Bombana di RTH

Kibar News, Bombana — Sebuah video yang menampilkan aksi kekerasan antar siswi diduga berasal dari Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Bombana viral di media sosial.

Video tersebut memperlihatkan seorang siswi terbaring pingsan diduga akibat dipukul oleh teman sekolahnya sendiri.

Video yang diunggah oleh akun Facebook bernama Nurhayati itu menuai reaksi publik. Dalam unggahan tersebut tampak sekelompok siswi yang mengerumuni korban berseragam batik sekolah, tanpa adanya tindakan pencegahan dari orang dewasa.

Baca Selengkapnya  Dikbud Bombana Sukses Gelar O2SN dan FLS2N 2025, Usung Semangat Kreativitas dan Kepedulian Lingkungan

Menurut informasi yang diperoleh dari sumber terpercaya, rekaman tersebut diduga diambil oleh seorang siswi bernama Alya, yang juga disebut-sebut merupakan siswa dari MTsN 2 Bombana.

Ketua DPRD Kabupaten Bombana, Iskandar, SP, angkat bicara terkait insiden tersebut. Ia menyesalkan terjadinya aksi kekerasan di antara murid, apalagi di institusi pendidikan berbasis keagamaan seperti MTsN.

“Saya minta kepada pihak Kementerian Agama dan Pemerintah Daerah agar tidak menutup mata terhadap persoalan ini. Ini bukan hanya soal tawuran antar pelajar biasa, tapi sudah menyangkut kehormatan institusi pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda kita,” tegas Iskandar saat dimintai keterangan, Senin (9/6).

Baca Selengkapnya  Idris Hayang Pimpin DPD-PJS Sultra, Mahmud Marhaba: “PJS Akan Besar di Tangan Idris”

Iskandar menambahkan, sekolah dan para pelaku yang terlibat harus segera dipanggil untuk dimintai keterangan dan diberikan sanksi tegas.

Hal ini penting dilakukan sebagai upaya memberikan efek jera serta mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.

“Ini mencoreng citra sekolah keagamaan. Bagaimana mungkin lembaga yang seharusnya mencetak generasi berakhlak malah diwarnai perkoncoan dan kekerasan? Ini mencerminkan rusaknya karakter sebagian anak-anak kita, dan harus segera dibenahi,” lanjut Iskandar.

Hingga berita ini diturunkan, pihak MTsN 2 Bombana maupun Kementerian Agama setempat belum memberikan keterangan resmi.

Baca Selengkapnya  Mantan Penyidik KPK Bagikan Pengalaman Dalam Seminar Nasional Anti Korupsi di Bombana

Masyarakat berharap adanya penanganan serius atas kasus ini, mengingat dampaknya tidak hanya terhadap korban, tetapi juga terhadap nama baik lembaga pendidikan dan generasi muda di Bombana.

Komentar