Tak Main-Main, Bulog Bombana Kunci Harga Gabah dan Siap Borong 1.000 Ton/Hari

Kibar News, Bombana – Perum Bulog Kantor Cabang Bombana menunjukkan langkah tegas dan terukur dalam menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani. Tidak sekadar wacana, Bulog memastikan pembelian gabah tetap mengacu pada Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram, sekaligus menargetkan penyerapan hingga 1.000 ton per hari saat puncak panen pasca-Lebaran.

Kepala Bulog Cabang Bombana, Abdan, dalam wawancara Rabu (4/3/2026), menegaskan bahwa komitmen ini adalah bentuk nyata keberpihakan negara terhadap petani.

Baca Selengkapnya  Bombana Siap Tuan Rumah Porprov 2026: Infrastruktur dan Atlet Siap Digarap

“Penyerapan gabah di tingkat petani tetap sesuai HPP Rp6.500. Tidak boleh ada pembelian di bawah itu. Kami siap menyerap maksimal saat musim panen nanti,” tegas Abdan.

Hingga awal Maret 2026, Bulog Bombana bersama wilayah Konawe Selatan (Konsel) telah menyerap sekitar 3.200 ton gabah. Angka ini menjadi fondasi awal sebelum memasuki panen raya yang diperkirakan meningkat signifikan usai Idulfitri.

Dengan target 1.000 ton per hari, Bulog optimistis mampu menjaga keseimbangan antara produksi petani dan ketersediaan stok beras pemerintah.

Gudang Siap, Anggaran Aman

Menjawab persoalan klasik yang sering terjadi saat panen raya, Bulog memastikan dua hal krusial: kapasitas gudang dan ketersediaan anggaran.

“Kapasitas gudang sudah kami siapkan lebih banyak. Tidak ada lagi alasan full gudang ke depan. Anggaran untuk membeli gabah juga sudah ready, jadi tidak ada lagi alasan lambat bayar,” ujar Abdan.

Langkah ini diharapkan memberi kepastian kepada petani bahwa hasil panen mereka tidak akan tertahan atau dihargai rendah akibat kendala teknis.

Baca Selengkapnya  Google Luncurkan Kecerdasan Buatan Bernama Gemini AI

15 Mitra Penggilingan, Teknologi Lebih Modern

Untuk mempercepat proses serapan, Bulog menggandeng 15 mitra penggilingan di Bombana dan Konsel. Bahkan, mulai 2026, penggilingan di dua wilayah tersebut telah menggunakan fasilitas dengan kualitas terbaik guna menghasilkan beras yang lebih berkualitas dan kompetitif.

“Harapan kami, dengan mitra penggilingan yang ada, penyerapan bisa lebih masif dan hasil beras yang diproduksi juga semakin baik,” katanya.

Pengawasan Ketat, Harga Tetap Terlindungi

Dalam menjaga agar gabah tidak dibeli di bawah HPP, Bulog juga mendapat pendampingan dari TNI, Polri, dan pemerintah daerah. Sinergi ini bertujuan mencegah praktik penekanan harga dengan alasan kualitas gabah.

“Kita ingin memastikan tidak ada lagi pembelian di bawah HPP dengan alasan kualitas rendah. Pendampingan ini penting agar harga tetap terlindungi,” jelas Abdan.

Meski demikian, tantangan di lapangan tetap ada. Serangan hama disebut memengaruhi kualitas gabah petani. Untuk itu, penyuluh pertanian diminta aktif memberikan edukasi agar hasil panen memenuhi standar mutu.

Baca Selengkapnya  Peringatan Hari Ibu, Bupati Surunuddin Beberkan Peran Ibu Sukseskan Program Strategis Pemerintah

Peran Strategis Jaga Inflasi

Selain fokus pada serapan gabah, Bulog juga menyalurkan bantuan pangan pemerintah pusat untuk Februari dan Maret 2026. Setiap bulan, penerima manfaat mendapatkan 10 kilogram beras dan minyak.

Distribusi ini, menurut Abdan, harus berjalan tepat waktu, tepat sasaran, dan tepat guna agar mampu menekan laju inflasi, terutama selama Ramadan.

Stabilisasi harga melalui pasar murah juga terus dilakukan guna menjaga daya beli masyarakat.

Menuju Swasembada

Dengan gudang yang siap, anggaran aman, target serapan tinggi, dan pengawasan lintas sektor, Bulog Bombana menegaskan diri sebagai garda terdepan menjaga ketahanan pangan daerah.

“Kami berharap dukungan penuh dari Forkopimda dan seluruh pihak agar program ini berjalan lancar. Semoga swasembada pangan bisa cepat terealisasi,” pungkas Abdan.

Baca Selengkapnya  Perjalanan Bang Jay di Pantai Koguna Desa Mopa’ano: Ada Udang Merah, Burung Maleo dan Penyu Hijau

Langkah ini menunjukkan bahwa Bulog Bombana tidak sekadar menjalankan rutinitas, tetapi sedang memastikan petani tetap terlindungi, harga tetap stabil, dan ketahanan pangan daerah tetap kokoh.

Komentar