Viral! Wisata Indah di Bombana Ternyata Penuh Sampah

Kibar News, Bombana — Citra pariwisata Kabupaten Bombana kembali diuji. Kali ini, sorotan tajam datang dari yang melayangkan kritik keras terhadap pengelolaan destinasi wisata di Karang Empat dan Pasir Panjang, Desa Ranokomea, Kecamatan Poleang Barat.

Ketua Ikatan Mahasiswa Bombana (IKMB), Wiranto secara terbuka mengecam kondisi kebersihan di dua destinasi unggulan tersebut yang dinilai memprihatinkan dan jauh dari standar kenyamanan wisata.

Sampah berhamburan di mana-mana, sementara pengunjung tetap dipungut karcis masuk yang tidak murah. Ini jelas tidak sepadan,tegasnya dalam pernyataan resmi.

Baca Selengkapnya  DPRD Bombana Tegaskan Arah Baru Pembangunan — Propemperda & APBD 2026 Disahkan, Wujud Komitmen untuk Kemajuan Daerah

Wisata Indah, Tapi Terkubur Sampah

Karang Empat dan Pasir Panjang selama ini dikenal sebagai ikon wisata pesisir Bombana dengan panorama alam yang memikat. Namun, keindahan itu kini disebut mulai tercoreng oleh persoalan klasik: pengelolaan sampah yang amburadul.

Menurut Wiranto, pengelola wisata terkesan abai terhadap tanggung jawab dasar dalam menjaga kebersihan kawasan. Tumpukan sampah yang tidak terkelola dengan baik dinilai bukan hanya merusak estetika, tetapi juga berpotensi mengancam ekosistem pesisir.

Pengelola gagal menghadirkan kenyamanan bagi pengunjung. Jangan hanya mengejar keuntungan dari tiket masuk, tapi lupa menjaga lingkungan,” lanjut Wiranto dengan nada tajam.

Baca Selengkapnya  Kodim 1412 dan PT. IPIP Teguhkan Sinergi Sosial Lewat Donor Darah di Kolaka

Kritik yang Menyengat: Antara Profit dan Tanggung Jawab

Pernyataan Wiranto bukan sekadar kritik biasa. Ini adalah tamparan keras bagi pengelola wisata yang dinilai tidak profesional dalam mengelola potensi daerah.

Dalam logika sederhana, pungutan karcis seharusnya berbanding lurus dengan kualitas pelayanan. Namun yang terjadi di lapangan justru sebaliknya—pengunjung membayar, tetapi disuguhi pemandangan yang tercemar sampah.

Kondisi ini, jika dibiarkan, berpotensi menurunkan minat wisatawan sekaligus merusak reputasi pariwisata Bombana secara keseluruhan.

Seruan Kolektif: Masyarakat dan Pemerintah Harus Bergerak

Tak hanya menyasar pengelola, IKMB juga mengajak masyarakat untuk ikut bertanggung jawab menjaga kebersihan lingkungan wisata.

Kesadaran kolektif itu penting. Jangan buang sampah sembarangan. Keindahan alam ini milik kita bersama,” imbau Wiranto.

Baca Selengkapnya  Identifikasi Potensi Desa Lasiwa Butur Bersama Bang Jay 

Di sisi lain, IKMB mendesak pemerintah daerah agar tidak tinggal diam. Pengawasan terhadap pengelola wisata dinilai harus diperketat, bahkan jika perlu disertai sanksi tegas bagi pihak yang lalai.

Pemerintah harus hadir. Jangan biarkan tempat wisata di Bombana dikelola tanpa standar. Kalau dibiarkan, ini bisa jadi preseden buruk,” tegasnya.

Alarm untuk Pariwisata Bombana

Kritik IKMB ini sejatinya menjadi alarm keras bagi semua pihak. Pariwisata bukan hanya soal menarik pengunjung, tetapi juga tentang menjaga keberlanjutan lingkungan dan memberikan pengalaman yang layak.

Jika persoalan kebersihan terus diabaikan, maka bukan tidak mungkin destinasi unggulan seperti Karang Empat dan Pasir Panjang perlahan kehilangan daya tariknya.

Baca Selengkapnya  PJ Bombana Edy Suharmanto Boyong Dua Penghargaan dari KPPN

Di tengah upaya besar pemerintah mendorong sektor pariwisata sebagai motor ekonomi daerah, suara mahasiswa ini menjadi pengingat penting: keindahan alam tidak akan berarti tanpa pengelolaan yang bertanggung jawab.

Komentar