Muskom II FRI Bombana Kondusif, Egit Alfayan Terpilih Aklamasi: Energi Baru untuk Perjuangan Rakyat

Kibar News, Bombana – Federasi Rakyat Indonesia (FRI) Komite Kabupaten Bombana kembali menegaskan eksistensinya sebagai organisasi yang hidup dan bertumbuh di tengah masyarakat. Melalui Musyawarah Komite (Muskom) II FRI Bombana sukses melaksanakan proses demokrasi organisasi secara tertib, kondusif, dan penuh semangat kebersamaan yang digelar di Aula Kecamatan Rumbia Tengah, Kelurahan Kampung Baru, Minggu (5/4/2026)

Forum ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum strategis dalam menentukan arah gerak organisasi ke depan—di tengah dinamika sosial yang menuntut kehadiran organisasi yang responsif, kritis, dan berpihak.

Baca Selengkapnya  Siap Sukseskan Pilkada 2024, Edy Suharmanto Ikuti Rakor Pilkada di Ujung Pandang

Ketua Umum FRI Komite Kabupaten Bombana periode 2024–2026, Jus Wiwing, dalam sambutannya menegaskan bahwa marwah organisasi harus tetap dijaga sebagai fondasi utama perjuangan. Ia mengingatkan bahwa FRI bukan sekadar wadah berkumpul, melainkan instrumen sosial yang harus berdiri di garda terdepan membela masyarakat, khususnya mereka yang belum mendapatkan keadilan.

“Pengurus selanjutnya harus selalu menjaga nama baik organisasi. Bawalah organisasi ini untuk tetap berpihak kepada masyarakat yang tidak mendapatkan keadilan,” tegasnya dengan nada penuh penekanan.

Muskom II ini diikuti oleh seluruh kader dan pengurus, dengan dinamika forum yang berjalan lancar tanpa friksi berarti. Proses pemilihan kepengurusan baru pun berlangsung demokratis dan sarat tanggung jawab, mencerminkan kedewasaan organisasi dalam berdemokrasi.

Hasilnya, resmi terpilih secara aklamasi sebagai Formatur Ketua FRI Komite Kabupaten Bombana periode 2026–2027. Terpilihnya Egit bukan sekadar pergantian kepemimpinan, tetapi juga simbol kepercayaan kolektif terhadap figur muda yang dinilai mampu membawa energi baru bagi organisasi.

Baca Selengkapnya  BMKG Sultra Peringatkan Potensi Cuaca Buruk, Bombana Masuk Daftar

Dalam pernyataan perdananya, Egit menyampaikan rasa syukur sekaligus komitmen untuk mengemban amanah dengan penuh tanggung jawab. Ia menegaskan bahwa organisasi adalah ruang pembelajaran, bukan sekadar simbol eksistensi.

“Organisasi ini bukan hanya tempat berkumpul, tetapi wadah untuk tumbuh bersama. Kepemimpinan bukan tentang siapa yang paling kuat, tetapi siapa yang mampu merangkul, mendengar, dan menggerakkan,” ujarnya.

Lebih jauh, Egit memaparkan visinya untuk menjadikan FRI sebagai organisasi yang solid, inspiratif, dan berintegritas dalam membangun generasi yang aktif, kreatif, dan bertanggung jawab. Ia juga menekankan pentingnya inovasi, transparansi, serta penguatan nilai kekeluargaan sebagai fondasi organisasi.

Di bawah kepemimpinannya, FRI Bombana diharapkan tidak hanya eksis secara struktural, tetapi juga memberikan dampak nyata di tengah masyarakat. Komunikasi terbuka, penguatan solidaritas internal, hingga peningkatan kualitas program kerja menjadi fokus utama dalam mendorong organisasi lebih progresif.

Baca Selengkapnya  Artis Ibu Kota Turut Ramaikan Malam Ramah Tamah HUT Kabupaten Kolut Ke-20

Muskom II ini sekaligus menegaskan bahwa FRI Bombana tidak sekadar berorientasi pada pergantian kepemimpinan, tetapi juga konsistensi dalam menjalankan fungsi kontrol sosial. Dengan kepemimpinan baru, harapan besar disematkan agar organisasi ini tetap menjadi suara bagi mereka yang kerap tak terdengar.

Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, FRI Bombana di bawah komando baru dituntut tidak hanya solid secara internal, tetapi juga tajam dalam membaca realitas sosial. Sebab pada akhirnya, organisasi yang besar bukan hanya dilihat dari strukturnya—melainkan dari seberapa kuat ia berdiri bersama rakyat.

Komentar