Ketum PJS Bangga, Sultra Catat Sejarah: UKW “Seratus Persen Kompeten” — Rekor Baru Dunia Jurnalistik dari Timur Indonesia

Kibar News, JakartaDunia jurnalistik Indonesia kembali mencatat sejarah—kali ini datang dari Sulawesi Tenggara. Untuk pertama kalinya, seluruh peserta Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di provinsi tersebut dinyatakan seratus persen kompeten. Capaian langka ini langsung mendapat sorotan sekaligus apresiasi tinggi dari Ketua Umum Pro Jurnalismedia Siber (PJS), Mahmud Marhaba.

Melalui pernyataan tertulisnya pada Kamis malam (12/12/2025), Mahmud memuji raihan peserta UKW Sultra yang dinilainya sebagai pencapaian besar dan membanggakan, bukan hanya bagi peserta, tetapi juga bagi organisasi PJS serta lembaga penguji Universitas Pembangunan Nasional (UPN).

Baca Selengkapnya  PJ Gubernur Sultra Andap Budhi Revianto Kukuhkan Enumerator desa DDP Kolaka Utara

“Alhamdulillah, kalau beberapa kartu UKW sudah terbit. Ini hal yang luar biasa dan keren. Mantap. Selamat untuk kompetensi yang diraih,” ujar Mahmud.

Nada kebanggaannya terasa jelas—sebuah pengakuan bahwa prestasi itu merupakan tonggak baru dalam sejarah pelaksanaan UKW di bawah kemitraan PJS dan UPN.

Rekor Baru: Sultra 100 Persen Kompeten — “Ini Sejarah”

Mahmud tidak ragu menyebut capaian UKW Sultra sebagai rekor yang belum pernah terjadi di tempat lain.

“Sultra pecah rekor 100 persen kompeten. Ini sejarah di PJS dan UPN,” tegasnya.

Dalam dunia UKW, angka kelulusan sempurna hampir mustahil dicapai. Selalu ada peserta yang gugur karena kurang memenuhi unsur kompetensi, kesalahan teknis, hingga kemampuan menulis atau verifikasi yang belum matang.

Baca Selengkapnya  Buka Pra UKW di Bombana, Mahmud Marhaba Tekankan Kompetensi Sebagai Harga Diri Seorang Wartawan

Namun Sultra justru membalikkan kelaziman itu—seluruh peserta dinyatakan kompeten, kartu UKW pun mulai terbit menandai kelulusan resmi mereka.

Rekor ini menempatkan Sulawesi Tenggara sebagai salah satu daerah dengan kualitas peningkatan wartawan paling progresif di Indonesia.

Peringatan Serius: Jangan Euforia, Kompetensi Harus Dibuktikan Setiap Hari

Meski bangga, Mahmud tetap mengingatkan bahwa kompeten bukan berarti selesai. Sertifikat UKW bukan garis akhir, melainkan awal dari standar mutu yang harus terus dijaga.

“Pesan saya: tetap upgrade ilmu jurnalistik untuk membuktikan kompetensi kita. Jangan lekas berpuas diri,” katanya mengingatkan.

Ia menekankan bahwa di era digital—di mana arus hoaks, disinformasi, dan tekanan terhadap kerja jurnalistik semakin tinggi—kemampuan wartawan menyesuaikan diri harus ditingkatkan setiap hari.

Baca Selengkapnya  DPRD Bombana Tegaskan Komitmen: Meski APBD 2026 Menurun, Pelayanan & Pembangunan untuk Rakyat Tetap Diutamakan

“PJS akan terus mengawal peningkatan kualitas anggota, terutama di tengah tantangan media digital dan tuntutan literasi publik yang semakin tinggi,” ujarnya.

PJS Siap Mengawal dan Mendampingi Anggota

Mahmud juga menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam proses pendampingan, pembinaan, dan penguatan kapasitas wartawan di seluruh Indonesia, termasuk di Sulawesi Tenggara.

“Saya ada dan siap membersamai kita semua. Salam PJS Rumah Kita,” tutupnya.

Momentum Kebangkitan Wartawan Sultra

Rekor “100 persen kompeten” bukan sekadar angka, tetapi simbol kebangkitan kualitas jurnalistik Sulawesi Tenggara. Momentum ini menunjukkan bahwa wartawan daerah dapat tampil berkualitas, profesional, dan siap bersaing secara nasional.

Ke depan, tantangannya bukan lagi sekadar lulus UKW, tetapi menjaga martabat profesi lewat karya jurnalistik yang akurat, berimbang, dan berpihak pada kepentingan publik.

Baca Selengkapnya  Penemuan Mayat Membusuk di Desa Langkema, Kabaena Selatan

Sultra telah membuka jalan, PJS siap mengawal, dan dunia jurnalistik Indonesia mencatat—seratus persen kompeten bukan lagi mimpi, tetapi kenyataan.

Komentar